Agil : Tanjung Haloban Layak Di Mekarkan

Demi peningkatan pelayanan untuk masyarakat desa dan hal lainnya, Desa Tanjung Haloban, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara  terdiri dari 13 dusun dinilai terlalu luas dan sudah sangat layak untuk dimekarkan.

Hal itu dikatakan Ketua Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Sumatera Utara Mesran, didampingi Ketua PPDI Kabupaten Labuhanbatu Basuki dan Sekretaris Desa Tanjung Haloban Selamat Sutikno SH, di kantor Kepala Desa Tanjung Haloban, Senin (29/7).

Mesran yang akrab di panggil dengan sebutan Agil ini mengatakan, Dusun Sei Kelapa 1, Dusun Sei Kelapa 2, Dusun Sei Buluh berlokasi di seberang sungai Bilah. Jarak tempuh dari kantor desa ke 3 dusun itu cukup jauh dengan jarak tempuh lebih kurang sekira 27 kilometer.

Akibat jarak tempuh yang cukup jauh, pelayanan untuk masyarakat di daerah itu tidak bisa terakomodir secara maksimal.

“Katena itu kita sangat mendukung desa ini mekar dan di dusun kita di seberang sana mekar menjadi sebuah desa,” ujar Agil.

Tetapi yang menjadi kendalanya, lanjut Agil, Undang-Undang Nomor 6 Tentang Desa tahun 2014, Peraturan Pemerintah (PP) nomor 43 tahun 2014 sebagaimana telah diubah menjadi PP Nomor 67 tahun 2017 dan PP nomor 11 tahun 2019.

Dimana dalam PP tersebut menyebutkan, desa yang dimekarkan berpenduduk 4000 jiwa atau 800 kepala keluarga. Sedangkan tujuan desa itu dimekarkan dengan harapan yaitu:

1. Mewujudkan efektifitas penyelenggaraan pemerintahan desa.

2. Mempercepat peningkatan kualitas pelayanan publik.

3. Mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.

4. Meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan desa.

5. Meningkatkan daya saing desa.

Hal itu sesuai yang ditetapkan di dalam pasal 8 Undang-Undang Desa Nomor 6 tahun 2014. Kejelasan peraturan itu tertuang pada Pasal 8 Ayat 3 Undang Undang Nomor 6 Tentang Desa menyebutkan “bahwa pemerintahan desa wilayah Sumatera  berjumlah paling sedikit 4000 jiwa atau 800 kepala keluarga.”

Dikarenakan hal itu tambah Agil, 3 dusun tersebut tidak mencukupi untuk berdiri sendiri menjadi sebuah desa.

Ketua PPDI Sumatera Utara Mesran Bersama Ketua PPDI Kabupaten Labuhanbatu Basuki dan Sekdes Tanjung Haloban Selamat Sutikno SH

“Berdasarkan peraturan tersebut dan undang-undang yang ada, hal itu menjadi kendala untuk memekarkan desa ini,”sebut Agil.

Pada tempat yang sama, Basuki mengatakan pemekaran desa itu bisa saja terjadi apabila dusun – dusun dari desa tetangga yang berdekatan dengan dusun tersebut digabungkan menjadi satu agar mencukupi dan memenuhi persyaratan untuk menjadi sebuah desa.

“Ada 2 dusun Desa Sei Tarolat yang berdekatan dengan dusun desa kami, yaitu, Dusun Indrakaya Hilir dan Dusun Sei Tarolat Utara (STU). 2 dusun milik Desa Selat Besar. Yakni, Dusun Selat Cina dan Dusun Cinta Karya. Kalau 7 dusun ini disatukan maka mencukupi syarat untuk berdiri sendiri menjadi desa,” terang Basuki.

Ditanya, apakah pemerintahan desa Selat Besar dan Desa Sei Tarolat mengijinkan adanya integritas itu, Basuki mengatakan kalau pemerintah desa itu memikirkan kepentingan hajat hidup orang banyak dan demi terciptanya pelayanan yang lebih baik untuk masyarakat, Basuki yakin kepala desa tetangga akan mendukung.

Sekretaris Desa Tanjung Haloban Selamat Sutikno SH ditempat yang sama  juga diminta tanggapannya mengatakan, sangat mendukung adanya pemekaran desa tersebut.

“Berkas permohonan dari masyarakat dusun itu sudah diajukan kepada kami. Tebal kali pun berkasnya. Tetapi karena terhalang kurangnya syarat untuk pemekaran desa ya masih terkendala. Kecuali 2 Dusun di Desa Sei Tarolat dan 2 Dusun di Desa Selat Besar disatukan.Terpenuhilah syarat tersebut. Kasihan masyarakat di sana. Tidak terakomodir maksimal pelayanan di sana karena jarak tempuh itu,”ungkap Selamat.

sumber berita

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *