Catatan Perjalanan Perangkat Nagari Ke Tanah Jawa (Bagian 1)




Padang (10/09/2020) : Berkumpul dengan sesama perangkat desa di Indonesia adalah satu hal yang menggembirakan bagi perangkat desa dari manapun. Karena banyak pengalaman-pengalaman yang dapat dibagikan disaat bertemu secara langsung dengan rekan dari berbagai daerah. Demikian juga yang dirasakan Nofrianto (38 tahun), Sekretaris Nagari (desa) Lubuk Gadang Barat, Kecamatan Sangir, Solok Selatan, Sumatera Barat.

Momen langka ini didapat seiring dengan adanya undangan menghadiri rapat pimpinan nasional (rapimnas) Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) di Pekalongan pada Juma’at-Sabtu (11-12/09/2020) besok. Sebagai pemegang jabatan Ketua PPDI Propinsi Sumatera Barat, menjadi kewajiban dari Nofrianto untuk datang di kota batik tersbut.




Dalam benak pria satu ini terbayang, banyaknya aspirasi, harapan dan masukan dari perangkat desa se-Sumatera Barat yang akan disampaikan dalam agenda tahunan itu nantinya. Mulai dari kasus pemberhentian perangkat nagari tanpa prosedural yang banyak terjadi di Sumatera Barat, sampai dengan sering tersendatnya gaji/hak yang diterima perangkat nagari.

Seiring banyaknya aspirasi yang akan disampaikan, sesaat melupakan Nofrianto betapa besar biaya yang akan ditanggung untuk sampai di Pekalongan. Sebagai gambaran saja, perjalanan dari Solok Selatan sampai Padang ditempuh sekitar 6 jam.



“ Hari ini tadi saya berangkat jam 8 pagi mas,” ujar Nofrianto, ketika dihubungi melalui telephone. “ Itu aja kalau lancer, semisal macet bisa lebih.”

“ Mau gak mau saya harus menginap terlebih dahulu di Kota Padang sebelum terbang ke Jakarta besok pagi.”

Dalam catatannya, sekali jalan dari Solok Selatan, Sumatera Barat ke Pekalongan, Jawa Tengah sekurangnya membutuhkan biaya sebesar Rp. 1.642.900.



“ Perjalanan darat ke Padang Rp. 150.000,- kemudian penginapan satu malam Rp. 275.000, “ lanjutnya. “ Biaya rapid test sebagai syarat penerbangan Rp. 150.000,- tiket penerbangan Jakarta –Semarang Rp. 917.000, itu masih ditambah perjalanan darat Semarang ke Pekalongan yang diperkirakan sebesar Rp. 150.000.”

Bisa jadi bagi orang lain uang sejumlah itu terasa ringan, tapi bagi seorang perangkat nagari seperti Nofrianto terasa sangat berat.



“ Alhamdulillah sejauh ini sudah ada kepedulian dari rekan-rekan yang lain di Sumatera Barat, tadi saya dapat laporan ada bantuan sebesar Rp. 750.000 yang masuk ke rekening, “ sambung Nofrianto dari penginapan di Padang.

“ Memang sudah menjadi resiko bagi orang-orang seperti kami yang mendapat amanah dari rekan-rekan untuk menjadi pengurus, harapan kami semoga perjalanan besok lancer sampai tujuan dan saya pribadi dapat menyampaikan secara langsung apa yang menjadi keluhan dari rekan-rekan perangkat nagari di Sumatera Barat,” pungkasnya.

(Ikuti perjalanan selanjutnya dalam berita yang akan ditulis secara bersambung)




Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *