Cukai Rokok Palsu Tantangan Bagi Perangkat Desa

Batang – Sejumlah perwakilan desa/kelurahan di 15 kecamatan mengikuti sosialisasi tentang cukai yang diinisiasi Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Batang, Selasa (17/9), di Hotel Dewi Ratih. Mereka diajak ikut memerangi peredaran rokok ilegal yang merugikan pendapatan negara.

Sekda Kabupaten Batang, Drs H Nasikhin MH menyampaikan, selain optimalisasi pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai dan Tembakau (DBHCHT), sosialisasi itu juga untuk menekan peredaran rokok ilegal serta peredaran pita rokok palsu. “Rokok palsu ini nyaris sama dengan rokok asli, desainnya dibuat mirip, tetapi dijual dengan harga murah,” ungkapnya.

Dijelaskan, pemberlakuan UU No 11 Tahun 1995 tentang cukai yang telah diubah dalam UU 39 Tahun 2007, menjadikan sektor cukai mendapat perhatian masyarakat luas, khususnya pengusaha kena cukai dan pejabat eksekutif maupun legislatif. “Melalui sosialisasi ini, para pemangku kepentingan menjadi paham soal ketentuan di bidang rokok, sehingga ada partisipasi untuk menyebarluaskan informasi tentang regulasi cukai ini,” terang Nasikhin.

Dalam kesempatan yang sama Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Tegal, Lucia Itaning Prasetya mengatakan, sosialisasi untuk mengenalkan desain cukai baru, sehingga bisa dibedakan antara yang asli dan palsu.

“Desain pita cukai 2019 berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Desain berbeda ini, untuk mengantisipasi pita cukai palsu, sehingga memudahkan untuk penindakan. Bea cukai tidak bisa bekerja sendiri membasmi peredaran rokok yang menggunakan pita cukai palsu maupun tanpa pita cukai,” ujarnya.

Ia menjelaskan, bea cukai membutuhkan kerja sama dengan masyarakat, penegak hukum, dan elemen masyarakat lainnya mencegah peredaran rokok dengan cukai palsu atau tanpa cukai. “Pencegahan ini sebagai upaya meningkatkan penerimaan keuangan negara dari cukai. Hasilnya akan kembali ke daerah-daerah untuk membiayai pembangunan” imbuhnya.

Lucia berharap, peserta sosialisasi dapat membedakan antara pita cukai asli dan palsu. Jika masyarakat menemukan yang palsu segera laporkan kepada bea cukai

sumber berita

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *