DPMPD Dompu Lounching dan Sosialisasi Klinik Konsultasi Dana Desa

DOMPU – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kabupaten Dompu, Rabu (4/9/2019) menggelar kegiatan louncing dan Sosialisasi Klinik Konsultasi Dana Desa.

Kegiatan yang berlangsung di halaman kantor DPMPD ini, dihadiri Bupati Dompu Drs. H. Bambang M. Yasin, Asisten Pemerintahan dan Aparatur Sekretariat Daerah, Drs. H. Sudirman Hamid, M. Si beserta sejumlah Kepala OPD lingkup Pemkab Dompu. Hadir pula dalam kegiatan ini, Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Dompu, Drs H. Samsul H. Ilyas, Kapolres Dompu AKBP Erwin Suwondo S.IK. M.IK, Kepala Kejaksaan Negeri Dompu Edi Nursapto,SH, para Kepala Desa, Camat se-Kabupaten Dompu dan udangan lainnya.

Kepala DPMPD Kabupaten Dompu, Khaeruddin SH, melalui penyampaianya laporannya dalam kegiatan tersebut mengatakan, dasar dilaksanakan kegiatan ini berdasarkan undang undang nomor 6 Tahun 2015 tentang Desa. Peraturan Bupati Dompu nomor 36 Tahun 2019 tentang pembentukan klinik konsultasi Dana Desa. Putusan Bupati Dompu nomor 800/3011/DPMPD/2019 penunjukan tim konsultasi dana desa di Kabupaten Dompu Tahun 2019. Peraturan Kepala DPMPD nomor 800/315/DPMPD/2019 tentang standar operasional konsultasi dana desa.

Maksud dan tujuannya pembentukan klinik konsultasi dana desa ini, sebagai wadah atau sarana (konsultasi) untuk membina dan bimbingan bagi pengelola Dana Desa dalam hal ini perangkat Desa dan Kepala Desa serta masyarakat. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan serta pemahaman, bahkan kepatuhan pengelola dana desa untuk mengelola dana desa dengan baik, transparan dan akutabel.

“Pembentukan ini juga memberikan solusi penyelesaiaan permasalahan Dana Desa sesuai dengan peraturan dan perundang undangan berlaku, sebagai upaya pencegahan dan menghindari penyimpangan tatakelola dana desa. Mewujudkan penyampaian realisasi keuangan dan pencairan dana desa tepat waktu,” jelasnya.

Khaeruddin juga menyampaikan, mengenai fungsi dan tugas dalam melaksanakan konsutasi dana desa ini, sebagai pelaksanaan pelayanan publik dalam bentuk klinik

konsultasi dalam rangka mempercepat penguatan kapasistas pemerintah desa beserta perangkatnya. Klinik konsultasi dan tatakeloa dana desa sebagai pelaksana kegiatan pelayanan konsultasi, pembinaan dan bimbingan terhadap permasalahan tatakelola dana desa sebagai upaya meningkatkan pemahaman, pengetahuan pengelolaan dana desa termasuk upaya pencegahan untuk menghindari penyimpangan pelaksanaan dan implementasi tatakelola dana desa.

“Tim memiliki tugas untuk merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi, melaporkan konsultasi dana desa serta pelayanannya. Menyiapkan kebijakan petunjuk tehnik sesuai dengan tugas tim konsultasi dana desa sesuai dengan peraturan yang ada. Melaksanakan ketata usahaan pelayanan klinik konsultasi dana desa dengan baik,” paparnya.

Disela waktu, Bupati Dompu Drs. H. Bambang M. Yasin, melalui sambutanya dalam acara tersebut mengatakan, klinik konsultasi dana desa ini mengingat dirinya pada saat berstatus mahasiswa Tahun 1987 di IKIP ujung pandang. Kala itu dirinya menjadi salah seorang peserta lomba tingkat nasional untuk konsultasi di bidang pendidikan.

“Waktu itu kami membuat percobaan berupa klinik supervise pengajaran. Kala itu HP (telepon seluler) belum ada, bahkan kamera masih menjadi barang yang sangat mahal. Jadi proses uji coba itu dilakukan serba manual. Waktu itu kami membantu para guru dan calon guru di IKIP dilatih bagaimana cara mengajar yang efektif . Guru kita jadwalkan datang di ruangan kelas dan diruang kelas itu pun kami hadirkan para guru guru senior dan ahli mengajar untuk mengamati proses mengajarnya guru,” ujarnya.

Kata Bupati, saat itu bisa dicatat berapa kali guru tersenyum, menatap dan berada di ruangan kelas, berdiri dan lainnya. Kemudian hasilnya didiskusikan dan dibuatkan rekomendasi.” Tapi saat itu tidak ada sarana pendukung sepeti alat rekam dan lainnya. Jadi hasilnya tidak efektif,” katanya.

Bupati membayangkan, klinik konsultasi yang diresmikan hari ini akan memaikan peran seperti itu. Jadi para Kepala Desa (Kades), Sekertaris Desa dan perangkat Desa yang merasa kesulitan untuk membuat atau menyusun program silakan datang dan mengunjungi klinik ini, termasuk para pengelola dana desa yang merasaka kesulitan untuk memilih opsi opsi pelayanan apa yang dibiayai dengan dana desa.

“Jangan sampai keberadaan klinik konsultasi dana desa ini tidak dimanfaatkan secara maksimal. Sebab membuat rencana suatu program itu harus ada rencana yang jelas, mampu memperkirakan masalah masalah apa yang akan ditemui dalam proses pelaksanaannya. Harus bisa merumuskan kemungkinan apa yang kita lakukan jika menghadapi masalah,” sarannya.

Bupati menyebut, alhamdulillah, ada banyak hal yang dilakukan oleh Kepala Desa. Bahkan sudah cukup banyak dilakukan, tapi uangnya masih tetap ada. Disinilah dibutuhkan kejelian untuk masalah yang ada di Desa masing masing, kemudian membuat skala skala proiritas masalah mana yang akan ditangani Tahun ini termasuk yang akan dikerjakan dan diselesaikan.

“Artinya semua harus terencana dengan baik, agar menghasilkan hasil yang maksimal. Jangan dikerjakan secara asal asalan,” tuturnya.

Bupati menegaskan, dirinya menginginkan penggunaan dana desa harus lebih efektif, produktif untuk membangun masyarakat mencapai kesejateraan yang lebih baik. Apa yang dilakukan oleh DPMPD hari ini adalajh wujud dari keperdulian rasa sayang kepada para Kades.

”Kami tidak ingin ada lagi demo masyarakat di kantor Desa dan lainnya. Sebab terjadinya demo karena kepala desa dan seluruh pengelola dana desa itu tidak makin cerdas memilih kegiatan atau program yang akan dibiayai dengan dana desa,” terangnya.

Diakui Bupati, setiap tahun dirinya menyarakan agar mengalokasikan minimal 15 unit rumah yang bisa dibedah setiap tahun melalui dana desa. Terutama rumah para orang tua sudah lanjut usai (jompo.”Bagaimana bantuan bantuan itu yang kongkrit yang bisa mengentaskan mereka dari kesulitan (kemiskinan),” jelasnya.

Lebih jauh Bupati menyebut, angka kemiskinan di Kabupaten Dompu sudah cukup rendah. Yang dihadapi sekarang, adalah angka kemiskinan yang formulasinya dari orang orang tua tidak berdaya secara ekonomi, tidak punya pekerjaan tetap dan mereka yang cacat yang tidak bisa beraktivitas untuk memperoleh pendapatan yang layak.

“Ini yang menjadi fokus perhartian kita. Jangan ada lagi kalau janda yang dicari itu janda muda untuk dibedahkan rumahnya. Karena itu tidak ada gunannya. Karena mereka secara fisik masih bisa beraktivitas, tapi kalau ada janda tua tidak ada yang membantunya untuk mendapatkan pendapatan dan dia masuk dalam katagori kemiskinan secara structural, jadi ini yang harus kita proiritaskan untuk ditangani,” katanya sembil kelakar dan tersenyum.

Usai penyampaian sambutan Bupati Dompu ini pun, kemudian dilanjutkan dengan pemotongan pita oleh Bupati Dompu dan didampingi oleh beberapa tamu udangan lainnya , sebagai bentuk diresmikannya klinik konsultasi dana desa. Usai itu pun, Bupati bersama tamu undangan lainnya melihat secara langsung kondisi ruangan ruangan klinik konsultasi dana desa yang ada di kantor DPMPD setempat.

sumber berita

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *