Kekompakan Dan Keharmonisan Kunci Sukses Pembangunan Di Desa Kalang

NGAWI – Seperti pepatah jawa ‘ SEJE DESA MAWA CARA ‘ ( tiap desa memiliki cara ) merupakan ungkapan yang cukup dalam untuk saling menghargai antar desa dalam menjalankan roda pemerintah masing-masing desa untuk mencapai kemaslahatan semua warga dan mewujudkan konduksifitas desa.

Desa Kalang Kecamatan Pitu Kabupaten Ngawi dalam meningkatan   pembangunan infrastruktur masyarakat selalu mengedepankan pemerataan di tiap dusun dengan harapan mampu memberikan pelayanan pembangunan yang merata , meningkatkan konduksifitas warga dan meningkatkan mutu pembangunan yang lebih maksimal karena masyarakat secara tidak sadar ikut berperan aktif mulai dari pekerjaan dengan skema PKT dan pengawasan program prioritas desa dalam memanfaatkan Dana Desa ‘ DD ‘. Dan Alokasi Dana Desa ‘ ADD ‘

Kebijakan itu merupakan kesepakatan warga hasil musyawarah mulai dari tingkat dusun – tingkat desa tanpa mengesampingkan aturan yang ada , Juklak Juknis pengunaan anggaran desa ( ADD dan DD )

Pada tahun anggaran 2019 , pemerintah desa Kalang memanfaatkan sumber anggaran Dana Desa ‘ DD ’ sebesar Rp 818.524.000 untuk 12 kegiatan prioritas desa di bidang pembangunan yang merata di tiap dusun.

12 kegiatan infrastruktur desa meliputi : pembangunan 6 TPT , 2 Drainase , 1 Pavingisasi dan 3 Rabat. Keberhasilan itu tidak lepas dari komitmen perangkat desa Kalang dalam menjalin keharmonisan di internal pemerintahan desa dan profesionalisme kerja perangkat.

Dalam membagi kinerja pemanfaatan ADD dan DD sesuai dengan regulasi yang ada , pemerintah desa Kalang membagi kinerja perangkat desa menjadi 4 Ketua TPK untuk membidangi : TPK Pembangunan , Priyo Triwiyatno ( Plt Sekdes ) . TPK Pembinaan Masyarakat , Rokhani , TPK Pemerintahan , Slamet R dan TPK Pemberdayaan ,Sutar.

“ Alhamdullillah …dengan efektifnya masing – masing TPK , dalam melaksanakan pelayanan masyarakat , adminitrasi kantor desa dan peningkatan infrastruktur desa tidak ada kendala yang berarti , semua bisa teratasi dengan sinegritas antara perangkat desa , BPD , LPMD , Tokoh Masyarakat dan warga desa , istilah kata ‘ Tidak ada kata tidak bisa ketika semua elemen desa guyup rukun , saling membatu / peduli dan tahu porsinya “, ungkap Priyo W.

sumber berita / foto:jabarekspress

Berita terkait :

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *