Kepolisian Jaga Ketat Pengisian Perangkat Desa, Ada Apa Dengan Semarang ?




UNGARAN – Polres Semarang masih menunggu laporan resmi mengenai munculnya dugaan jual beli jabatan dalam Seleksi Perangkat Desa 2020 di Kabupaten Semarang.

Kasat Reskrim Polres Semarang AKP Onkoseno Grandiarso Sukahar mengatakan sejauh ini pihaknya masih melakukan pengamatan terhadap proses seleksi perangkat desa.

“Apabila memang ada indikasi kecurangan kami akan lakukan penyelidikan lebih lanjut.




Namun hingga saat ini belum ada laporan ke kami terkait jual beli jabatan.

“Jadi kami masih menunggu dan siap memproses pihak-pihak terkait sesuai hukum,” terangnya saat dihubungi Tribunjateng.com, Selasa (8/9/2020).

Menurut AKP Onkoseno, terkait ancaman hukuman yang dapat menjerat para pihak dalam praktik jual beli jabatan belum dapat dipastikan karena melihat modus operandi setiap kasus.



Ia menambahkan, meskipun begitu sesuai isu yang muncul atas adanya praktik jual beli jabatan dapat dijerat menggunakan undang-undang tindak pidana korupsi.

“Terkait pasal kami belum bisa memastikan karena harus melihat modusnya dulu.

Sehingga pasal yang diterapkan dapat bermacam-macam,” katanya




Pihaknya menghimbau agar tidak ada yang tergiur dengan tawaran-tawaran dari para pihak mengaku dapat meloloskan seleksi.

Jika terbukti siapa pun yang terlibat dapat dijerat pidana.

Terpisah, Kepala Dispermades Kabupaten Semarang Heru Purwantoro menyatakan pada seleksi hari pertama seluruh hasil penilaian perserta langsung diserahkan kepada panitia seleksi tingkat desa.

“Tidak ada jeda untuk bermain dari pihak panitia.

Kami juga melibatkan aparat kepolisian dari pagi sampai malam menunggui proses seleksi di Undaris,” ujarnya



Dia menjelaskan, pada hari pertama seleksi perangkat desa di Kabupaten Semarang diikuti 12 desa dengan 17 formasi jabatan.

Sedang peserta yang hadir tes sebanyak 146 orang.

Ketua Panitia Seleksi Perangkat Desa 2020 dari Undaris Wiwik saat dikonfirmasi baik melalui telepon maupun pesan WhatsApp tidak memberikan keterangan.

sumber berita






Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *