Kohar, Bersama Padegana Menembus Segala Batas Untuk Masyarakat



BREBES – Kohar SH, adalah seorang perangkat desa di Desa Pangebatan, Kec. Bantarkawung, Kab. Brebes, Jawa Tengah yang rela mendedikasikan dirinya sebagai salah seorang relawan yang selalu siap ketika ada panggilan kemanusiaan terkait musibah bencana alam yang terjadi khususnya di Kec. Bantarkawung, Kab. Brebes.

Pria yang dalam kesehariaannya menjabat sebagai Kasie Pemerintahan Pemerintah Desa Pangebatan, Kec. Bantarkawung, Kab. Brebes, Jawa Tengah ini mencoba merintis suatu organisasi relawan bersama-sama dengan perangkat desa yang lain.

Berangkat dari kondisi geografis wilayah Kec. Bantarkawung, Kab. Brebes yang sebagian besar dikelilingi perbukitan dan daerah pinggiran aliran sungai besar sehingga sangat tinggi potensi kebencanaannya, Kohar dan beberapa perangkat desa yang ada di Kec. Bantarkawung, Kab. Brebes mencoba merintis organisasi yang dinamakan PADEGANA, Perangkat Desa Siaga Bencana.



” Padegana ini bertujuan untuk membentuk jiwa para perangkat desa khususnya di wilayah Kec. Bantarkawung untuk lebih peduli terhadap kebencanaan,” kata Kohar mengawali perbincangannya.

Untuk sementara ini, lanjut Kohar, anggota Padegana satu desa satu personel dari 18 desa yang ada di Kec. Bantarkawung.

” Prinsip Padegana adalah mencoba membantu warga yang sedang tertimpa bencana tanpa pamrih,” tegas Kohar yang juga menjabat sebagai Ketua PPDI Kec. Bantarkawung, Kab. Brebes ini.

” Setiap hari kami selalu siaga, terutama menghadapi musim penghujan seperti ini,” tambah pria berkumis tebal ini.

Seperti kejadian musibah bencana banjir hari Selasa (01/12/2020) kemarin, lanjut Kohar, kami langsung turun ke lapangan bersama dengan tim dari BPBD Kab. Brebes yang ditempatkan di Kec. Bantarkawung, ikut membantu warga yang rumahnya terendam banjir akibat luapan air 3 sungai besar yaitu sungai Pemali, Ciomas dan Ciraja.

Ada satu cerita menarik yang diungkapkan oleh sosok pria tinggi besar ini ketika ikut menangani banjir yang mengakibatkan akses jalan provinsi Bumiayu-Bantarkawung lumpuh sampai jam 11 malam kemarin.

” Ketika sore hari kemarin ada laporan banjir mulai masuk ke permukiman warga, saya langsung berangkat menuju lokasi,” kata Kohar mengawali ceritanya.

” Baru sampai di wilayah Dukuh Gempol, Desa Bantarkawung air sudah naik hampir satu meter yang menutup akses jalan provinsi tersebut,” lanjut Kohar.

Akibatnya, ujar dia, mobil dan sepeda motorpun berhenti, macet memgular sampai hampir 4 km.




Dia segera turun dari sepeda motornya dan bergegas membantu para pengendara sepeda motor dan warga yang terjebak di tengah banjir besar.

” Saking asyiknya membantu warga, saya sampai lupa kondisi sepeda motor yang saya parkir telah ikut terendam banjir dan yang kelihatan cuma stangnya saja,” kenang Kohar sambil tertawa lepas.

Akhirnya, lanjut Kohar, sepeda motornyapun mogok dan mesinnya tidak mau hidup ketika distarter memakai kaki karena telah kemasukan air akibat terendam banjir yang berakibat sepeda motornya keesokan harinya harus masuk bengkel.

” Tapi itulah sebagian dari konsekwensi yang harus dihadapi dan kami tetap siap siaga untuk membantu warga yang sedang tertimpa musibah bencana alam,” pungkas Kohar menutup perbincangannya. (Nugroho – Brebes)



Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *