Mediasi Gagal, Sidang Gugatan Mantan Sekdes Sabajaya Lanjut

Bandung – PTUN Bandung kembali menyidangkan kasus terkait soal pemberhentian Mantan Sekretaris Desa  Sabajaya Aan Karyanto secara sepihak dengan tergugat Kepala Pemerintah Desa Sabajaya, Kecamatan Tirtajaya, Andri di Pengadilan Tata Usaha Negara, Jln.Diponegoro, Bandung, Kamis (05/09/2019).

Persidangan  ke 11 yang digelar kemarin setelah proses Mediasi antara Kades Sabajaya Kecamatan Tirtajaya Kabupaten Karawang, Andri, dengan mantan Sekdes Sabajaya, Aan Karyanto dalam perkara nomor 60/G/2019 PTUN BDG, tidak menuai titik temu dari kedua belah pihak.

Proses mediasi yang mendapat pengawalan dari kedua belah pihak diluar ruangan

Memperhatikan arahan dari masjelis hakim PTUN Bandung, dalam sidang perkara nomor 60/G/2019/PTUN BDG tanggal 29 Agustus 2019, agar diadakan mediasi diantara kedua belah pihak (penggugat dan tergugat).

Mediasi rencananya digelar di aula kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Karawang, namun dialihkan di aula kantor Desa Sabajaya, Rabu (4/9). Namun, keadaan di luar lokasi mediasi masa sedikit memanas antara masa penggugat dan masa tergugat, sehingga kedua belah pihak dibubarkan.

Pada sidang ke 11 dengan agenda mendengarkan keterangan dari saksi terkait, adapun saksi yang dihadirkan 3 orang yaitu, mantan Kasi Pemerintahan Sabajaya, Sekretaris Desa Sabajaya (pengganti penggugat) dan Ketua BPD Sabajaya.

Aan Karyanto berdiskusi dengan Ana Sukarna sebelum sidang

Dari ketiga orang tersebut yang hadir hanya Ana Sukarna mantan Kasi Pemerintahan Sabajaya, sementara 2 orang saksi lainnya tidak hadir tanpa keterangan yang jelas. Bahkan didapat informasi bahwa Sekretaris Desa Sabjaya yang menggantikan posisi Aan Karyanto sekarang ini telah mengundurkan diri dari posisinya, sehingga jabatan tersebut kosong.

Sebagaimana dengan sidang-sidang sebelumnya, dukungan penuh dari PPDI Karawang dengan kehadiran Afullus Saefudin Ketua 1 PPDI Karawang dan beberapa rekan. Hal ini merupakan salah satu bentuk solidaritas dan keprihatinan dari perangkat desa atas kasus yang menimpa rekan mereka.

Untuk agenda sidang berikutnya digelar Kamis depan (12/09/2019) dengan agenda mendengarkan putusan akhir dari majelis hakim.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *