Menang Di PTUN, Kades Abaikan Putusan Hakim

Luwuk — Dua orang perangkat Desa Awu Kecamatan Luwuk Utara yang dimenangkan Pengadilan Tata Usaha Negara Palu, sampai sekarang belum dikembalikan pada jabatannya semula oleh Kepala Desa Awu.

Dua orang perangkat desa itu adalah Muh. Pritzno ZK Dunggio jabatan Kaur Pemerintahan desa awu, dan Zubair K Dunggio yang menjabat Kaur Kesra di desa Awu.

Untuk diketahui, polemik pemberhentian perangkat Desa Awu terjadi pada akhir 2018 lalu. Sebanyak 7 orang perangkat desa Awu diberhentikan tanpa ada kesalahan. Namun Kepala Desa Awu sengaja mencari cari kesalahan 7 orang perangkat desanya agar segera diberhentikan.

“Kami tidak bersalah, namun diberhentikan,” ujar Pritzno, Kaur Pemerintahan saat itu.

Pada pertengahan Februari 2018 lalu, Camat Luwuk Utara yang saat itu dijabat Djunaidi, sekarang Sekdis Ketahanan Pangan, membatalkan pemberhentian aparat desa yang dilakukan oleh Kepala Desa Awu tersebut. Namun pada akhir Maret 2018, Kades Awu melayangkan kembali Surat Keputusan Pemberhentian terhadap 7 orang perangkat Desa Awu yaitu Musyaitir M Djunean menjabat Sekdes, Muh. Pritzno ZK Dunggio menjabat Kaur Pemerintahan, Zubair K Dunggio menjabat Kaur Kesra, Supriadi Tosion menjabat Kaur Pembangunan, Apriyanti Karim menjabat Kaur Umum, Toro Ismail Kadus 2, dan Rifhani Abdullah Kadus 1.

“Kami menerima SK pemberhentian awal awal bulan April 2018, yang didalam amplop itu terdapat SK Pemberhentian, SK Pemberhentian Sementara, serta Rekomendasi Pemberhentian Sementara. Yang katanya kesalahan kami karena tidak menyerahkan dokumen desa,” urai Pritzno lagi.

Setelah menerima SK pemberhentian dari Kepala Desa Awu, 7 orang yang diberhentikan mengkaji surat tersebut. Terjadi banyak kejanggalan dalam Surat Keputusan tersebut. “Ada banyak kejanggalan dalam surat kades, kemudian kami melaporkan itu kepada Camat Luwuk Utara yang saat dijabat Djunaidi sekarang Sekdis Ketahanan Pangan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa namun tidak digubris. Hingga akhirnya kami memutuskan untuk menggugat Kades Awu dan Camat Luwuk Utara ke pengadilan tata usaha negara di Palu,” tambahnya lagi.

sumber berita

1 komentar untuk “Menang Di PTUN, Kades Abaikan Putusan Hakim”

  1. Seharusnya tuntutan prades, bukan hanya dikembslikan jabatan, tapi menuntut agar kades bersankutan untuk dicopot dr jabatannya, karena telah melanggar simpah janji jabatan dan melanggar uu dan peraturan yg berlaku.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *