Nuryati, Srikandi PPDI Pendobrak Hegemoni Pria Dalam Posisi Ketua



Emansipasi wanita yang diperjuangkan oleh Raden Ajeng (RA) Kartini , satu abad yang lalu kini sudah terasa diberbagai lini kehidupan. Tidak terkecuali didalam struktural kepengurusan Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI), sekarang ini banyak wanita-wanita tangguh yang aktip dalam kepengurusan PPDI.

Nuryati, merupakan salah satu wanita tangguh sebagai hasil dari perjuangan RA Kartini yang aktip dalam kepengurusan PPDI di kabupaten Serang. Sosok yang satu ini menjabat sebagai Ketua PPDI Kecamatan Ciruas, salah satu kecamatan di Kabupaten Serang.



Berangkat dari staff biasa di Kantor Desa Ranjeng, Kecamatan Ciruas pada April 2014, kemudian Nuryati mengikuti proses seleksi penerimaan perangkat desa dan diterima  menjadi Kaur Umum yang dijabat sampai sekarang.

Srikandi PPDI yang masih betah melajang ini tercatat sebagai alumnus Universitas Bina Bangsa Banten Jurusan Manajemen. Menjadi perangkat desa merupakan satu pengabdian kepada negara meski melalui desa, selain itu Nur (sapaan akrabnya)ingin mengimplementasikan ilmu yang didapat untuk masyarakat sehingga tidak sia-sia orang tuanya mengeluarkan biaya hingga lulus sarjana.

Selain itu, menjadi perangkat desa menurut Nur membuat dia terasa lebih dekat dengan masyarakat,

“ Saya dulu pernah bekerja disalah satu perusahaan, tapi saya merasa pekerjaan saya jauh dari sosialisasi dengan masyarakat,”ujar Nur yang hoby membaca biography tokoh-tokoh dunia ini.

Selain kesibukan menjadi pelayan masyarakat, gadis berzodiak Taurus ini mengabdikan diri kepada masyarkat sekitar dengan membantu anak-anak di sekitar rumahnya belajar mengaji.



“ Dengan menjadi perangkat desa, mengajarkan saya tentang banyaknya karakteristik orang-orang, karena pekerjaan ini menuntut berhubungan langsung dengan masyarakat, “ lanjutnya. “ Dan ini membuat Nur lebih kuat dan dewasa dalam menghadapi setiap permasalahan.”

Mengemban amanah menjadi orang nomor satu di PPDI Kecamatan Ciruas, membuat Nur yang juga menjabat sebagai pengurus di berbagai organisasi kepemudaan, lebih banyak meluangkan waktu untuk mengurusi permasalahan yang timbul dalam dinamika perjuangan perangkat desa.

“ Semua Nur jalani dengan keikhlasan, karena aktivitas ini yang dapat membentuk karakter Nur kedepan,” Pungkas Nuryati, Srikandi PPDI dari Serang.




Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *