Pengisian Perangkat Desa TTS Makin Tidak Jelas, Masyarakat TTS Demo Bupati

SOE – Aliansi prorakyat TTS berdemonstrasi di kantor bupati setempat di SoE, Kamis (14/11/2019). Demonstran menilai Bupati Egusem Piether Tahun tidak menepati janjinya melanjutkan proses seleksi perangkat desa setempat pascapencairan dana desa tahap II.

Pasalnya, dalam bursa inovasi desa tingkat Kecamatan Batu Putih beberapa bulan lalu, Bupati Tahun berjanji kepada Pospera akan melanjutkan proses seleksi perangkat desa pascapencairan dana desa tahap II. Namun janji itu urung ditepati.

“Bupati Tahun sendiri yang janji dengan kami akan melanjutkan proses seleksi perangkat desa seusai pencairan dana desa tahap II waktu dialog di Batu Putih. Mana buktinya? Pemimpin seharusnya bisa dipegang janjinya. Bukan janji habis tidak ditepati seperti ini,” ujar Yerem Fallo, salah satu perwakilan pendemo Aliansi prorakyat TTS, saat berorasi di depan Kantor Bupati TTS, Kamis (14/11/2019) siang.

Baca juga : Temui Anggota Dewan, PPDI Pati Tegaskan Peraturan Terkait Kesejahteraan

Yerem meminta agar Bupati Tahun segera melanjutkan proses seleksi perangkat desa karena dinilai sangat urgen. Pasalnya, saat ini nasib panitia seleksi dan peserta seleksi perangkat desa sedang ‘digantung’ akibat penundaan yang sudah setahun.

“Pak bupati harus memikirkan nasib panitia seleksi dan para peserta. Kami minta proses seleksi perangkat desa harus segera dilanjutkan,” pinta Yerem.

Selain persoalan seleksi perangkat desa, aliansi prorakyat juga menyoroti kurangnya sumber daya manusia dan fasilitas penunjang di Inspektorat TTS. Pasalnya, saat ini, jumlah tenaga auditor yang ada di Inspektorat TTS hanya delapan orang.

Sedangkan obyek audit mencapai angka 1.800 obyek. Belum lagi bicara fasilitas penunjang kendaraan untuk turun ke desa-desa guna melakukan audit.

“Bupati tidak peka dengan kekurangan sumber daya manusia dan fasilitas penunjang di Inspektorat TTS dalam mendukung fungsi pengawas dan audit yang melekat pada inspektorat,” tegasmya.

Pantauan Pos Kupang, massa aliansi prorakyat TTS diterima Asisten III Bupati TTS, Maksi Oematan, di lobi depan Kantor Bupati TTS. Masa aliansi prorakyat TTS sempat tertahan di depan pagar Kantor Bupati TTS membuat mereka marah.

Baca juga : Mukernas PPDI Untuk Merumuskan Perjuangan Untuk Memperkuat Posisi Perangkat Desa

Terpantau para demonstran, duduk bersila di lantai lobi depan kantor bupati sambil mendengar penjelasan dari Asisten III, Maksi Oematan. Namun Maksi tak bisa memberikan kepastian kapan seleksi perangkat desa dilanjutkan.

Menurutnya, pemerintah masih mengkaji terlebih dahulu proses seleksi perangkat desa dimaksud dengan melihat regulasi terbaru yang dikeluarkan pemerintah pusat. Karena regulasi yang dikeluarkan pemerintah selalu berubah.

“Kita harus kaji kembali merujuk regulasi baru yang dikeluarkan pemerintah,” ujar Maksi.

Dia mengapresiasi aliansi prorakyat yang sudah melakukan kontrol terhadap jalannya roda pemerintahan. Selain demo di Kantor Bupati TTS, aliansi prorakyat juga menyambangi Polres TTS dan Kejari SoE

sumber berita

Berita terkait :

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *