Penuhi Aspirasi PPDI, Dinpermades Purworejo Siapkan Gaji Tiap Bulan

PURWOREJO, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinpermades ) Kabupaten Purworejo Agus Ari Setiadi, S.Sos, menyatakan, penghasilan tetap (Siltap) kades dan perdes (perangkat desa) akan dibayarkan setiap bulan, sesuai dengan tuntutan para kades dan perangkat desa yang disampaikan di Gedung Dewan, Kamis (16/7) lalu.

“Pembayaran Siltap kades dan perdes akan dilakukan mulai September mendatang. Tetapi dengan segala konsekuensinya, yaitu penyerahan LPJ dan pengajuan permohonan harus tepat waktu setiap bulan,” tandas Agus Ari Setiadi, di ruang kerjanya, Kamis (23/7).

Seperti diberitakan, puluhan kades dan perdes pekan lalu menyampaikan aspirasi ke DPRD terkait tidak dilayaninya pelayanan kesehatan gara-gara pembayaran premi BPJS tidak dilakukan tiap bulan, melainkan empat bulan sekali.

Menurut Agus, model pembayaran Siltap empat bulan sekali didasarkan pada  Perbup Nomor 15 Tahun 2020 yang hingga kini masih berlaku. Jika akan diubah jadi sebulan sekali maka harus lebih dulu mengubah ketentuan dalam Perbup.

“Saat ini perubahan Perbup sedang dalam proses finalisasi dan akan selesai akhir Juli. Lalu bulan Agustus disosialisasikan, dan September bisa direalisasikan,” ucap Agus.
Dijelaskan, Siltap adalah uang dari pemerintah yang penyalurannya harus melalui prosedur.

“Kalau misalnya desa tidak siap (memenuhi LPJ dan pengajuan permohonan), maka ya sama saja. Kalau harusnya sudah memohon tapi tidak juga mengajukan, juga akan terlambat,” tegasnya.

Agus mengungkapkan, penghasilan tetap kepala desa sebesar 2,4 Rp juta, Sekdes Rp 2,2 juta, dan perdes Rp 2,02 juta. Adapun total perangkat desa di Kabupaten Purworejo sebanyak 5.125 orang tersebar di 469 desa. 

Agus berharap agar setelah dipenuhinya pembayaran Siltap tiap bulan menjadi sebuah komitmen semua pihak. Desa juga wajib mengajukan permohonan dan pelaporan LPJ tepat waktu. Semua pihak harus kerja keras agar lebih baik dari sebelumnya dan tidak menimbulkan masalah lagi. 

“Tapi sekarang masih ada 179 desa yang belum memohon. Padahal sudah bulan ketiga, tapi belum memohon untuk catur wulan kedua,” sebut Agus.

sumber berita

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *