Perangkat Desa Nagan Raya Lestarikan Budaya Melalui Kelembagaan Adat

SUKA MAMUE – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nagan Raya melaksanakan pelatihan tentang kelembagaan adat dengan melibatkan para perangkat desa seperti keuchik dan tuha peut di Aula Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Nagan Raya, Kamis (12/9). Pelatihan ini bertujuan agar semua lapisan masyarakat mampu menjaga dan melestarikan adat budaya melalui kelembagaan adat.

“Pembangunan bidang adat istiadat Aceh, khususnya Nagan Raya harus berorientasi kepada pepatah, ‘matee aneuk meupat jeurat gadoeh adat pat tamita’ (mati anak ada kuburan, mati adat kemana dicari), dan juga sebagai geist (jiwa) serta spirit budaya adat Aceh,” ungkap Wakil Bupati (Wabup) Nagan Raya, Chalidin Oesman saat membuka pelatihan tersebut, Kamis kemarin.

Menurut Wabup,  identitas masyarakat Aceh dibangun atas nilai-nilai falsafah agama dan adat yang telah mengakar kuat sehingga menjadi payung hukum. Terintegrasinya falsafah tersebut dalam sistem sosial masyarakat Aceh yang masih dipegang teguh sampai saat ini, ulasnya, tidak hanya dipahami dalam aspek lembaga vertikal semata, namun juga dalam aspek lembaga horizontal. “Dalam konteks ini, keberadaan dan eksistensi lembaga adat dengan aktor-aktor yang berperan di dalamnya seperti keuchik, tuha peut, serta aparat gampong lainnya, sangat penting,” tandas dia.

Sementara itu, Ketua MAA Nagan Raya, Drs Syech Marhaban dalam laporannya mengatakan, kegiatan tersebut diikuti 65 peserta yang terdiri dari 30 keuchik dari Kecamatan Seunagan, Suka Makmue, Kuala, dan Kecamatan Kuala Pesisir, serta 35 ketua tuha peut gampong yang juga berasal dari kecamatan yang sama. Untuk narasumber yang diundang, beber Ketua MAA, adalah Asisten Pemerintahan dan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Nagan Raya, Zulfikar serta A Malik Musa.

Sumber berita

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *