PPDI Kecam Keras Pernyataan Perangkat Desa Hanya Tukang Tagih Pajak

Tulungagung – PPDI bereaksi keras dengan statemen Prof Dr Hanif Nurcholis, guru besar Universitas Terbuka  (UT) usai bedah buku karangannya di Kampus UT, Pondok Cabe, Tangerang Selatan pada Rabu (18/12) kemarin.

Statemen yang mengatakan bahwa perangkat desa  tidak bekerja, tidak melakukan tugas layaknya pemerintah desa sangat merendahkan profesi dari perangkat desa yang ada di seluruh Indonesia.

“ Apa pantas seorang guru besar mengatakan perangkat desa hanya sebagai tukang tagih pajak, tukang buat KTP, surat keterangan lain, dan sebagai tukang awasi proyek pemerintah pusat,” tanya Mujito, S.H, Ketua Umum Persatuan Perangkat Desa Indonesia menanggapi berita tersebut.

“ Menurut kami kurang bijak seorang profesor sampai menilai tugas perangkat desa sepicik itu.”

PPDI juga keberatan dengan pernyataan terkait perangkat desa tidak layak mendapatkan penghasilan  setara PNS golongan 2a, yang dianggap ini hanya membebani keuangan negara.

“ PPDI sebagai wadah besar perangkat desa se Indonesia tidak terima jika kemudian ada pernyataan bahwa perangkat desa baru bergerak karena berbayar, ini satu hal yang sangat-sangat tidak sesuai dengan kondisi yang terjadi sekarang ini di pemerintah desa,” lanjut Mujito. “ Kami berharap Prosefor itu agar dapat membaca kembali tupoksi dari perangkat desa”.

Kecaman keras juga banyak muncul dilinimasa berbagai media sosial dan grup-grup yang beranggotakan perangkat desa, kebanyakan menyayangkan jika seorang yang berpendidikan tinggi mengeluarkan pernyataan yang merendahkan profesi perangkat desa.

“ Kami sebagai anggota PPDI berharap tindakan keras untuk merespon dari pernyataan tersebut,” ujar salah satu anggota PPDI Kabupaten Semarang yang tidak mau disebutkan namanya. ” Kalau perlu kami kembalikan tugas sebagai penarik pajak PBB.”

Secara organisasi PPDI sedang mempersiapkan langkah-langkah selanjutnya untuk merespon dari pernyataan Prof. Dr. Hanif Nurcholis yang dimuat di salah satu media online news nasional tersebut.

50 komentar untuk “PPDI Kecam Keras Pernyataan Perangkat Desa Hanya Tukang Tagih Pajak”

  1. Berarti mereka hanya melihat anggaran yang didapat oleh desa, tidak berfikir apa yg harus dlakukan oleh desa, dengan bertambahnya anggaran maka bertambah pula beban perangkat desa

  2. Pak Prof.KERJA KAMI 24 JAM yg Berhadapan dengan masyarakat yang berbeda watak dan karakter yang menyelesaikan masalah secara adat istiadat dan aturan hukum negara.
    Kalok pak Prof Jauh Beda.

  3. Prosesor yg terhormat, propesor jgn asal buka mulut seenaknya mulut propesor emang tdk berpajak tp jaga mulutmu.
    Ada pepatah mengatakan mulutmu harimaumu…
    Rapatkan barisan hidup PPDI, buktikan Prop !

  4. baajingan itu profesor, coba suruh dia menyelesaikan satu masalah saja yg bersentuhan langsung dg masyarakat, bisa gk dia menyelesaiakan, suatu misal masalah sengketa tanah.
    daaaasaar profesor gk waras..

  5. Saya sebagai kadus yg juga merangkap sebagai operator siskeudes sangat menyangkan statement yg di ucapkan seorang guru besar, saya ingin dia mengetahui saja dlu bagaimana pekerjaan di desa sekarang jangan dlu merasakan apa yg saya alami, saya disini harus memikirkan bagaimana warga saya bisa hidup sejahtera, dan pembangunan yg merata, amanah sebesar ini bagi saya kenapa direndahkan oleh sorang prof?!

  6. Seorang yg berpendidikan tinggi, punya Jabatan yg strategis namun pernyataannya terkait perangkat desa berbanding terbalik dengan pendidikan yg tinggi, lebih rendah dari pernyataan Tukang Becak yg lebih menghargai Perangkat Desa

  7. mbokyo coba kesini…menghadapi langsung berbagai permasalahan di lini bawah yg ada di masyarakat…yang berkembang di desa…belum lagi terkait tuntutan administrasi ,kesejahteraan yang harus di lipat dlm ucapan pengabdian….dolanmu kurang adoh…ngopimu kurang kentel…kowe kulino turu sore….

  8. Anda tidak faham dengan kerja keras para perangkat desa. Selalu standy untuk melayani masyarakat. Ketika perangkat desa tidak narik pajak apakah mereka (masyarakat) mau membayar ke bank yg sudah d tunjuk. Ingat, banyak dari masyarakat kita yg sudah tua dan tidak mau repot dg urusan di bank. Mereka justru mencari perangkat desa untuk mempermudah segala urusan. Bukan tiba² pajak bisa terbang sendiri ke pusat?

  9. Sabar kawan2…. mungkin beliau lelah sampai mengatakan pernyataan seperti itu…..
    yang penting kita sebagai pemerintah desa sudah melaksanakan tugas sesuai tupoksi masing2,,,,

    Itu hanya jeritan oknum yang iri, karena tidak bisa berperilaku seperti kita….

  10. Mungkin sampeyan dereng nate terjun teng masyarakat bawah .. ngadepi persoalan kalih permasalahan sing saged ngrampungke niku perangkat desa , sanes DPR opo maneh panjenengan pak . Kulo perwakilan saking kepala dusun . Nembe Bade 3 taun jabat . Tapi insha Allah ikhlas lilla hitangala .
    Boten kados sing kerjo teng duwur .. kunjungan kerja ke luar negri ..tapi niate foya” . Bayarane selangit .

  11. Profesor ini harus di klarifikasi ats pernyataannya merendahkan tupoksi perades
    Cilacap siap mendukung kpd jajaran pengurus PPDI untuk ambil sikap trhdp profesor yg blm ngerti SPJ Desa.

  12. Pernyataan Prof. sangat sangat melukai perangkat Desa seluruh Indonesia, regulasi mana perangkat desa tukang narik pajak, buat surat keterangan dan pembuat pengantar KTP, sesungguhnya kami Ihlas bekerja sebagai perangkat desa andai bapak prof tidak melecehkan kami, kami anak desa pingin desaku maju, gemah ripah loh jinawi pak, apa tidak boleh kami sejahtera pak…kami punya keluarga pak, anak anak pada mondok pesantren, sekolah menuntut ilmu, nantinya mau jadi apa terserah urusan gusti Allah SWT….suwun yg penting Ihlas untuk ngibadah

  13. prof. gagal… udah kleawatan pintar. mau jdi viral. mngkin udah rbun jd gk bsa baca tupoksi prangkat desa. .
    mndingan prof. istirht dn bnyak tdr. gk usah bnyak bicara.

  14. Memang dalam kita menghadapi masalah,harus kita sikapi dengan bijak,tapi klo ada pernyataan dari seorang profesor yg konon sudah berilmu tinggi,bahwa perangkat desa tukang tagih pajak,dan tukang buat surat keterangan,sangat menyakitkan. Dan kalau sudah menyakitkan banyak orang,adalah dosa besar. Dan perlu diingat,desa adalah pelayan semua departemen pemerintah,Pemerintah pusat tau jumlah penduduk,adalah berawal dari desa. Pemerimtah Pusat tau tingkatan umur 0 s/d lansia,hingga meninggal juga dari desa. Dan masih segudang contoh2 yg dikerjakan. Artinya,kalo peranglat desa seluruh Indonesia mogok kerja,pemerintah tingkat atas tidak akan jalan.
    Profesor macam apa kok membuat pernyataam seperti itu? Profesor gila?
    Klo profesor yg waras,buatlah pernyataan yg mendidik,yg bermartabat,dan berperikemanusiaan,bukan pernyataan yg merendahkan dan meresahkan.
    Na’udubillah minzaliik.

  15. Tugas dan tanggung jwb perangkat desa sangat berat , anda seorang prof hanya menilai para perangkat desa dari luar coba anda yg terjun kelapangan jd anda tdk seenakny menilai perangkat desa serendah itu..apakah anda sbg prof orang pintar jd bisa seenakny menilai para perangkat desa serenah itu maaf prof pelajati tupoksi perangkat trs anda praktekan, mungkin anda hny bergelut dengan para mahasiswa yg terbatas tp kami perangkat desa mengurusi masyarakat se desa yg jumlahnya ribuan warganya yg mememiliki beraneka ragam sifat adat istiadat dsb

  16. Karena sudah jd profesor jd sudah takabur memandang rendah perangkat desa…. Apakah amda lupa profesor.. Anda lahir dan besar di desa… Jgn melakukan riset secetek pengetahuan anda tentang pekerjaan seorg perangkat desa…. Anda merendah kan perangkat desa hanya untuk menaikkan kualitas anda…. Anda melakukan riset dimana wahai profesor yg terhormat??? Apakah anda tau desa² saat ini maju berkat tangan² perangkat desa…. Perangkat desa betul hanya lerja di desa tpi otak kami tidak secetek anda menilai dan merendahkan pekerjaan perangkat desa sebagai pelayan masyarakat…

  17. Dapat gelar profesor dari mana..kalau didapat dari.menulis saja itu kayanya anak SMA juga bisa..coba men iptakan penemuan yang sebelumnya belum ada menjadi ada..profesor asal.menjeblak.saja..makanya harus.menguasai UU Desa Dulu

  18. Cari bukunya, pelajari isinya, jika profesor itu menyampaikan seperti itu, maka mari kita gugat bersama

    Dia harus minta maaf pada Perangkat Desa

    Salam Kompak PPDI

  19. Buku karanganmu tidak lebih bagus dari buku porno jadul prof.. semacam Eny Arrow, Yolanda dan sebangsanya..
    Isinya cuma imaginasi dan kira-kira dg harap pembaca cepet ejakulasi.. Wkwkwk

  20. PPDI KABUPATEN BENGKULU SELATAN .PROVENSI BENGKULU.
    Mengecam pernyataan seorang profesor yg tak ubahnya penyataan oranga buta ilmu.yg nginau ngomonga sembatangan. Tidak menghargai pemerintahan yg sah .tertuju kepada presiden ri joko wi dodo …perubahan yg di buat berdasarkan berdasarkan visi misi beliau .dlm merubah revolusi Mental .otak yg kotor dari berbagai basis.
    Pemerintahan Desa sma dengan pemerintahan kabupaten …makanya sebelum ngomong seharusnya tahu dulu dan pelajari dulu .sebagai seorang profesor tak ubahnya orang buta ilmu.yg. ..

  21. Yudi kurniawan sitorus

    Jangan pandang remeh kami profesor
    Kami adalah ujuk tombak negara
    Kalau gak ad perangkat desa
    Birokrasi di indonesia ini berserak profesor

  22. Kami perangkat desa, melaksanakan tugas dimana tugas tersebut tidak bisa dilaksanakan oleh pemerintah pusat dan daerah, kalo kami dibandingkan dengan para pegawai yg lain yang hanya duduk di kantor mngkn kami lebih unggul, karena kami selain dikantor kami langsung berhadapan dengan masyarakat langsung baik dalam kegiatan pembinaan ataupun pemberdayaan.

  23. Berkatalah dengan kata bijak, sesuai dengan gelar anda Bapak profesor, jangan sampai kata-kata anda membuat hati perangkat desa se Indonesia menangis

  24. Profesor ngawur,mungkin desertasinya cuma ngarang seperti dongeng,tidak melakukan riset dengan benar,
    Gelar Profesor nya perlu dipertayakan.Apakah pantas Maha Guru bikin statement seperti itu.
    Jadi apakah layak dapat gelar profesor?

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *