Santi Hasamah, Seorang Spiker Volly Ball Yang Juga Mayoret PPDI Kabupaten Bandung




Menjadi Sekretaris Desa perempuan satu-satunya dari 9 Desa di Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, tidak terlintas dalam bayangan Santi Hasamah, S.IP sebelumnya. Menjadi perangkat desa merupakan buah manis dari aktivitas ibu 3 orang anak yang mulai beranjak dewasa tersebut.

Diawali pada tahun 2008 ketika sebagai Kader Posyandu dan diberi amanah menjadi Ketua RT, membuat Santi (biasa dipanggil)  harus aktip dalam setiap kegiatan di ruang lingkup desa, tempat dimana beliau tinggal. Kisah itu kemudian berlanjut dengan pengangkatan sebagai Kasi Ekonomi di Kantor Desa Sukamaju



Karier di pemerintahan desa pun berlanjut, setelah beberapa saat  dimutasi menjadi Kaur Keuangan sampai dengan tahun 2015. Tidak cukup berhenti pada posisi tersebut, Santi yang hoby bermain bola voly kemudian diangkat menjadi Sekretaris Desa Sukamaju, Kecamatan Cimaung sampai sekarang ini.

Keterlibatan dalam organisasi profesi PPDI memang belum lama, tapi karena etos kerja dan semangat berorganisasi yang Santi miliki, menjadikan posisi sebagai Ketua PPDI Kabupaten Bandung diemban untuk periode 2020-2025.

Bersama Klub bola voly Ivo Iretu

“ Bergabungnya saya ke PPDI ini tidak lepas dari peran mas Haryono Pati,” ujar Santi. “ Tahun 2017 nama saya dimasukkan ke grup PPDI Nasional di medsos, mulai dari situ ada ketertarikan dengan pergerakan PPDI.”

Dalam catatan redaksi, PPDI Kabupaten Bandung terbentuk pada 27 Desember 2018 tapi untuk kepengurusan baru tersusun  pada 11 Maret 2020.

“ Secara aklamasi saya ditunjuk sebagai ketua PPDI Kabupaten Bandung oleh rekan-rekan yang lain, ” ungkap Santi.




“ Sebagai seseorang yang senang berorganisasi, saya hanya ingin memperjuangkan nasib dan kesejahteraan perangkat desa di Kabupaten Bandung, “ papar Santi. “ Selama ini perangkat desa selalu dijadikan tameng dengan tugas-tugas mereka, tetapi belum secara maskimal terpenuhi kesejahteraannya.”

Beruntung pendamping hidup Sekretaris Desa yang aktip ini memahami dengan kesibukan-kesibukan baik di ruang lingkup pemerintah desa maupun di PPDI. Jadi tidak heran jika suaminya yang bekerja sebagai karyawan swasta selalu mensuport setiap kegiatan dari Santi itu sendiri.




Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *