Sebulan Ikut Dalam BPJS Naker, Perangkat Desa Boltim Meninggal Dunia

Boltim – Satu perangkat desa di Kotabunan Selatan, Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, mendapat santunan dari BPJS Ketenagakerjaan sebesar Rp24 juta.

Menurut Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa, Dinas (DPMD) Fitra Damopolii, perangkat desa yang mendapat santunan, karena meninggal dunia dalam tugas bernama Anten Lahaya.

Almarhum telah menjadi peserta BPJS Tenaga Kerja sejak Agustus. Sehingga berhak mendapat santunan.

“Perangkat desa yang terdaftar di BPJS sekitar 20 persen dari 1.040 aparat,” ujar Fitra Damopolii, Jumat (20/09/2019).

Kata dia, program ini masih baru disosialisasi ke perangkat desa. Namun langsung direspons termasuk almarhum saat itu.Rencananya gaji mereka dipotong untuk angsuran.

“Agustus, gaji aparat desa dipotong Rp 5.400. Potongan untuk BPJS Ketenagakerjaan. Sebab selama ini tidak ada,” ujar Fitra Damopolii.

Lanjut dia, BPJS Ketenagakerjaan penting untuk diberikan kepada aparat, agar mereka merasa dilindungi dalam melaksanakan pekerjaan.

Ada sebanyak 1043 aparat desa yang tersebar di tujuh kecamatan yakni Kecamatan Kotabunan 185 personil, Tutuyan 141 personil, Motongkad 117, Nuangan 133, Mooat 136, Modayag 200 dan Modayag Barat 131 personil.

Sangadi Kotabunan Selatan, Rengga Paputungan mengatakan, bantuan langsung diserahkan ke keluarga Almarhum Anten Lahaya.

“Almarhum sebelum meninggal merupakan perangkat desa yang rajin bekerja,” ujar Rengga Paputungan. Imenambahkan, uang santunan ini diberikan, dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh keluarga.

sumber berita

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *