Miris, Gaji Tidak Seberapa Masih Saja Tertunggak

TARAJU — Meminta kejelasan terkait honor yang belum diterima, 27 petugas Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) mendatangi kantor Desa Singasari, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (2/10/2019).

Kedatangan ujung tombak pelayan masyarakat ini didorong belum diterimanya honor selama 3 bulan yang telah dianggarkan Pemkab Tasikmalaya sejak tahun 2019 ini.

“Kami datang hanya untuk mempertanyakan, mengapa sampai saat ini kita tidak menerima honor yang telah dijanjikan Pemkab Tasikmalaya. Sudah 3 bulan nunggak, dan memasuki 4 bulan di Oktober ini,” jelas Zenal, salah seorang RT dari Kampung Simpang.

Besaran honor yang diterima, kata Zenal, memang bervariasi, yakni dari Rp200.000 bagi ketua RT dan Rp250.000 bagi ketua RW. Tidak hanya itu, honor juga telah dianggarkan Pemkab Tasikmalaya bagi BPD dan Ketua BPD sebesar Rp400.000-Rp500.000.

Kedatangan para ketua RT dan RW ini diterima langsung oleh Kepala Desa Singasari Saefudin. Kepada mereka, Saefudin mengharapkan kesabaran terkait pencairan honor. Sebab kasus ini diketahui bukan hanya terjadi di Desa Singasari saja, tetapi juga merata di desa-desa lainnya se-Kabupaten Tasikmalaya.

“Kami minta para bapak bersabar. Karena memang keuangan di Pemkab Tasikmalaya kabarnya berjalan normal setelah kemarin pembentukan SOTK baru,” jelas Saefudin.

Perwakilan PPDI Kecamatan Taraju, yang juga Sekretaris Desa Raksasari, Dudung mengatakan, tidak hanya honor bagi para RT/RW dan BPD, tetapi juga honor bagi para perangkat desa yang bersumber dari Siltap (penghasilan tetap) saat ini juga belum cair. “Kita sudah komunikasi dengan perangkat desa lainnya di PPDI, jika masih seperti ini maka kami akan aksi ke Pemkab Tasikmalaya,” pungkas Dudung.

Sumber berita

Berita terkait :

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *