250 Perangkat Desa Mimika Sudah Tercover BPJS Naker

Hingga tahun 2019 sudah ada 250 perangkat desa dari empat desa/kampung di Kabupaten Mimika telah terdaftar sebagai peserta dilindungi program jaminan sosial pada BPJS Ketenagakerjaan. Hal tersebut terwujud setelah beberapa kali BPJS Ketenagakerjaan sosialisasi terkait pentingnya manfaat jaminan sosial untuk pekerja.

“Sudah ada empat desa yang kita launching sebagai desa sadar jaminan sosial. Terakhir baru kemarin kami launching desa sadar di Kampung Mware. Sebelumnya sudah ada di Kampung Mulia Kencana, Mawokao Jaya dan Bhintuka, yang semua perangkat desanya sudah terdaftar di kami,” tutur Dedi Mulyadi Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Mimika kepada wartawan di Hotel Horison Ultima Timika, Rabu (25/9).

Dedi mengatakan tujuan pembentukan desa sadar jaminan sosial adalah ingin menumbuhkan kesadaran masyarakat pekerja yang berada di Mimika, khususnya di kampung-kampung yang menjadi desa sadar terhadap penyelenggaraan jaminan sosial ketenagakerjaan.

Bahwa dengan menjadi peserta, perangkat desa mendapatkan jaminan ketika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan menimpa mereka. Pemegang jaminan atau ahli waris akan menerima manfaat dari kepesertaan tersebut.

“Kita tidak pernah tahu kapan akan terjadi kecelakaan kerja atau meninggal dunia, sehingga perangkat desa harus memiliki jaminan sosial,” ujarnya.

Dedi berharap dengan adanya kerjasama selain mendapat perlindungan dari BPJS Ketenagakrjaan juga perangkat desa dan BPJS Ketenagakerjaan dapat bersinergi mengembangkan program-program di kampung-kampung.

Saat ini lanjutnya, baru satu kampung yang berhasil meraih desa sadar tingkat nasional yakni Kampung Mulia Kencana. Hal tersebut dikarenakan adanya sinergi dan diharapkan di kampung-kampung lain bisa meniru agar menjadi desa sadar jaminan sosial untuk mengikuti lomba tingkat nasional.

“Kami sudah bangun wacana dengan pemerintah daerah berencana dengan inisiatif pemerintah daerah, dan kami akan sinergikan desa atau kampung itu, untuk kita edukasi mengenai desa sadar jaminan sosial,” katanya.

Jadi harapnya, setiap tahun tidak hanya satu atau dua desa di-launching. Mudah-mudahan tahun 2020 kalau ada ijin dari pemerintah seluruh desa dan kampung di daerah ini bisa kerjasama untuk kampung sadar jaminan sosial.

sumber berita

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *