Afullus : Kami Optimis Aan Menang Gugatan

Karawang – Buntut pemberhentian dua perangkat desa oleh Andri, Kades Sabajaya, KecamatanTirtajaya, Karawang terus berlanjut hingga ke meja hijau.
Aan Karyanto, Sekretaris Desa yang diberhentikan secara permanen oleh sang kades terhitung sejak tanggal 29 Maret 2019 lalu, sementara Andri tercatat baru hitungan minggu menjabat sebagai Kepala Desa Sabajaya.

Kasus sidang gugatan di PTUN Bandung ini bermula dari terbitnya surat pemberhentian 2 orang Perangkat Desa Sabajaya oleh Kades Sabajaya dengan alasan tidak aktip 60 hari, beda pilihan pilkades, meresahkan dan surat keterangan kehadiran dari BPD. Tidak terima dengan pemberhentian ini, Aan Karyanto memilih membawa kasus ke meja hijau.  

Diskusi dengan Kuasa Hukum sebelum sidang

Hari ini Kamis tanggal 22 Agustus 2019 sudah memasuki persidangan ke sembilan gugatan di PTUN Bandung, dengan agenda mendengarkan saksi-saksi yang diajukan oleh pihak penggugat dalam hal ini Aan Karyanto, Sekdes Sabajaya.

Untuk agenda sidang ke sembilan saksi yang dihadirkan Samsudin KMD, mantan Ketua BPD Desa Sabajaya periode 2012-2018 dan Muhtar Kelana S.Pd, Kasie Pemerintahan Desa Sabajaya.

“ Kami optimis memenangkan gugatan ini, karena kedua saksi pada hari ini semakin menguatkan bukti-bukti yang kami ajukan sebelumnya.” Ujar Aan Karyanto ketika dihubungi seusai sidang.

Sebagaimana disampaikan di jalannya persidangan, salah satu saksi menyampaikan bahwa absensi yang diajukan sebagai bukti penggugat tidak masuk kerja selama 60 hari tidak benar adanya.

Dukungan PPDI Karawang di setiap persidangan

“ Ini yang mempertebal keyakinan kami bahwa absensi tersebut hanya rekayasa untuk memuluskan pemecatan saya,” sambung Aan.

“ Bahkan Sekretaris Desa yang baru menggantikan posisi saya, secara langsung menyampaikan bahwa dia sudah mengundurkan diri dari posisinya sekarang ini.”

Untuk selanjutnya persidangan ke 10 yang akan dilaksanakan pada Kamis (29/08/2019) mendatang, dengan agenda mendengarkan kesaksian yang diajukan oleh pihak tergugat. Kuasa.

“ Jika dalam sidang berikutnya saksi dari tergugat memberikan kesaksian yang tidak berdasar pada fakta, saya dan kuasa hukum sepakat akan mempidanakan kesaksian itu,” kata Aan, seusai sidang ke 9 di PTUN Bandung.

Affulus Saefudin Ketua PPDI Karawang

Sementara itu Afullus Saefudin Ketua PPDI Karawang menyampaikan keyakinannya kalau Majelis Hakim akan berpihak kepada penggugat.

“ Dengan bukti-bukti kuat dari penggugat, saya optimis akan menang,” ujar Afullus Saefudin. “ Menurut saya Kades tidak bisa membuktikan dengan fakta persidangan terkait alasannya memberhentikan dua orang perangkat desanya secara sepihak.”

Dengan dukungan penuh dari perangkat desa Kabupaten Karawang yang tergabung di PPDI, Afullus berharap gugatan ini dimenangkan oleh penggugat, dan kedepannya tidak ada lagi pemecatan secara sepihak oleh Kepala Desa di Kabupaten Karawang.

1 komentar untuk “Afullus : Kami Optimis Aan Menang Gugatan”

  1. Mantap…. harus ada mekanisme yang ditempuh sesuai permendagri 67 tahun 2017 tentunya sudah jelas. Semoga ini menjadi pembelajaran oleh pihak terkait khususnya di Kab.Karawang harus serta merta mensosialisasikan aturan tersebut agar pemdes tau aturan yang sebenarnya. Adanya pemikirian kades terpilih di tahun 2018 sehingga melakukan pemecatan sepihak pada perades lama tentunya itu pemikiran yang masih Ortodok, “kades tersebut tidak mao mempelajari regulasi yang berkembang”.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *