Awas Ada Oknum BPNT Selewengkan Bantuan

Jakarta – Kasus penyelewengan bantuan kembali terjadi. Kali ini terjadi pada program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Tidak main-main, penyelewangan tersebut mencapai nilai 9 Miliyar Rupiah.

Modus yang digunakan oleh oknum tersebut adalah membuat pos BPNT palsu yang tidak terdaftar dan mengganti beras dengan kualitas Medium yang semula adalah Premium.

Pos BPNT inipun hanya akan beroperasi menjelang penyaluran BPNT oleh pemerintah, setelah itu akan tutup kembali.

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso (Buwas) mengatakan warung siluman ini lebih dari 300 warung yang tersebar di beberapa daerah. Pihaknya mengatakan akan terus mengusut kasus ini dan kemungkinan akan menemukan lebih dari 300 warung siluman yang telah ditemukan.

Penyelewengan juga berbentuk mengganti beras yang semula kualitas premium menjadi Medium. Perlu diketahui, para oknum ini menjalankan aksinya dengan membeli karung-karung beras Bulog dan mengisinya dengan beras lain yang bukan dari Bulog dengan kualitas lebih rendah. Sehingga, masyarakat menilai beras yang dibungkus dalam karung Bulog itu adalah beras tak layak konsumsi dari Bulog.

“Karung Bulog ini dijual Rp 1.000/pcs. Ini bukti harga jual beras supplier,” tukasnya (23/09/2019)

Dalam kasus ini mungkin Pihak penyalur yang bekerjasama dengan Pemerintah Desa yang akan disalahkan oleh penerima bantuan tersebut. Namun masyarakat perlu tahu sebab-sebab kasus ini terjadi sehingga tidak menimbulkan permasalahan yang nantinya akan berimbas kepada perselisihan masyarakat dan Pemerintah Desa/ Kelurahan.

sumber berita

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *