Babak Baru Kasus Serang, Perangkat Desa Panenjoan Siap Ladeni Startegi Kades




SERANG (21/09/2020) : Menindaklanjuti kasus pemberhentian 6 orang Perangkat Desa Panenjoan, Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang, hari ini Senin (21/09/2020), Camat Carenang mengadakan pertemuan dengan perangkat desa yang diberhentikan.

Kasus yang menjadi viral ini bermula dari diberhentikannya 6 orang perangkat desa Panenjoan tanpa melalui prosedur, seperti rekomendasi BPD dan Camat Carenang.



Bertambah aneh lagi ketika SK pemberhentian tersebut, diserahkan  oleh orang-orang kepercayaan Kepala Desa Panenjoan di Kantor Desa.

“ Jadi bukan kami dipanggil Kepala Desa untuk menerima SK pemberhentian, tapi surat itu di berikan oleh orang lain, “ ujar salah satu Perangkat Desa yang diberhentikan. “ Tidak ada surat peringatan sebelumnya yang kami terima, tau-tau sudah dapat SK pemberhentian.”

Bahkan informasi yang beredar dimasyarakat, sedang disiapkan surat pernyataan dari warga desa untuk mendukung keputusan sepihak dari Kades Panenjoan.

“ Tapi ini baru sebatas info liar yang kami terima, semoga saja tidak terjadi tapi jika nanti terjadi kami siap apa maunya gimana ,” ujar salah satu sumber yang tidak mau disebutkan namanya.



Sementara itu dalam agenda rapat di Aula Kecamatan Carenang siang tadi, Camat Kecamatan Carenang Samsuri S.E, mengatakan, soal pemberhentian juga ada tahapan – tahapannya. Tapi didalam surat pemberhentian ini tidak ada alasan tertentu.

“Saya juga akan berkoordinasi dengan pihak DPMD. Jadi untuk teman-teman staf Desa Panenjoan, agar tetap masuk kerja seperti biasa,” kata Samsuri.

Pada lain kesempatan, Safe’I , Wakil Ketua PPDI Kabupaten Serang menyampaikan keprihatinannya atas kasus tersebut.




“ Dalam pemberhentian perangkat desa, Kades harus berpijak pada  aturan, “ ujar Safe’I, yang juga sebagai Sekretaris Desa Warakas, Kecamatan Binuang, Serang.

“ PPDI sebagai organisasi yang menaungi perangkat desa tentu tidak tinggal diam, kami akan terus memantau kasus ini agar ada keadilan buat ke-enam perangkat desa Panenjoan,” pungkasnya menutup pembicaraan.




Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *