Diterapkannya Perbup Tentang Kades Terancam Hak Interpelasi DPRD Rembang

REMBANG -Ketua Fraksi Partai Persatuan Bangsa (PKB) DPRD Rembang Ilyas menilai Peraturan Bupati No. 24 tahun 2019 tentang Tata Cara Pemilihan Dan Pemberhentian Kepala Desa sudah menimbulkan masalah serius dan berdampak luas di masyarakat.

Atas kondisi itu pihaknya berencana menggulirkan hak interpelasi. Hak interpelasi adalah meminta keterangan kepada Pemerintah, mengenai kebijakan pemerintah yang penting dan strategis, serta berdampak luas pada kehidupan bermasyarakat.

Politisi asal Desa Menoro Kecamatan Sedan ini menganggap Perbup tentang Tata Cara Pemilihan Dan Pemberhentian Kepala Desa itu sudah menimbulkan masalah serius dan berdampak luas di masyarakat di khawatirkan akan memicu konflik horizontal.

“Kami sudah menerima laporan dari Pamotan , Sarang , Gunem Sedan dan Sumber serta Kecamtan lain terkait permasalahan ini. Kami ingin tahu apa dasarnya menentukan skor-skor nilai semacam itu. Misalnya bagi yang punya pengalaman sebagai kepala desa atau perangkat desa lebih dari 5 tahun, kok dapat skor 50, itu hitung-hitungannya bagaimana.”terangnya

lebih lanjut kata Ilyas Kalau Pemkab dalam hal ini Bupati lamban menyikapi permasalahan Pilkades yang carut marut dan tidak segera memberi solutif atas persoalan ini hingga berpotensi konflik horizontal Fraksi PKB akan gunakan hak interpelas

” Tapi kalau pemkab segera mengambil langkah untuk menyelesaikan permasalahan ya hak interpelasi mungkin tidak perlu di gunakan.”pungkasnya .

Sebelumnya sepetti diberitakan Peraturan itu menuai polemik karena masyarakat menduga , ada pensiasatan mengkondisikan bakal calon kepala desa lebih dari lima orang .

Seperti yang terjadi di desa Kedungasem, Kecamatan Sumber dan Desa Nglojo Kecamatan Sarang. Di desa Kedungasem Kecamatan Sumber bakal calon kepala desa yang mendaftar ada 9 orang yang sebagian besar masih saudara dekat .

Sedang di desa Nglojo Kecamatan Sarang .Awalnya ada dua orang bakal calon kepala desa yang mendaftarkan diri, masing-masing atas nama Rokim dan kepala desa incumbent, Sugiyanto. Tapi pada hari terakhir menjelang penutupan pendaftaran  tiba-tiba muncul 4 orang bakal calon kepala desa mendaftarkan diri ikut Pilkades.

Persoalan muncul karena dipicu 3 dari 4 orang tersebut masih saudara dan iistri incunbent , Sehingga masyarakat menduga ada pensiasatan mengkondisikan bakal calon kepala desa lebih dari lima orang

sumber berita

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *