Bupati Kupang Tegaskan Kades Untuk Membangun Desa

Kupang – Bupati Kupang Korinus Masneno mengharapkan Para Kades bekerja dengan sungguh-sungguh bagi kemajuan pembangunan Desa di wilayah Kabupaten Kupang.

Kepala Desa juga harus mampu membangun kerjasama dengan BPD serta pendamping Desa sehingga program pembangunan di Desa dapat berjalan secara baik dan maksimal.

“Para Kades buat terobosan pembangunan terbaik, ambil langkah-langkah strategis,” jelas Masneno.

Demikian disampaikan Bupati Kupang Korinus Masneno saat membuka Rapat Koordinasi Camat, Kepala Desa dan BPD di Lingkup Pemkab Kupang, Senin (30/09-2019) bertempat di aula Kantor Bupati Kupang di Kota Oelamasi.

Selain itu,Ia juga menyinggung soal kinerja perangkat Desa terkait administrasi dan pertanggungjawaban.Kegiatan yang dilakukan jelasnya harus disertai dengan bukti fisik serta pertanggungjawaban secara administrasi.

“Dalam bekerja, Bangun komunikasi dan jika mengalami kesulitan segera koordinasi untuk menemukan solusi. Jangan sampai menyalahi pedoman sesuai regulasi yang berlaku, apalagi sengaja melanggar.Saya tidak mau ada lagi Perangkat Desa maupun Asn yang terjerat kasus hukum,” ungkap Masneno.

Kepada para Camat di Kabupaten Kupang,dirinya berharap untuk memberikan bimbingan dan pendampingan bagi para Kepala Desa dalam mensukseskan kegiatan pembangunan di Desa.

Asisten intelejen Kajati NTT,Bambang Setiadi dalam paparannya mengatakan bahwa Kepala Desa memiliki kewenangan penuh terhadap pembangunan di Desa.

Untuk itu Bambang berharap para Kades memahami aturan dan mekanisme pengelolaan Dana Desa.

“Perangkat Desa harus memiliki pemahaman dan pengertian akan tugasnya sehingga tidak salah arah,” Ujar Bambang.

Bambang Juga mengingatkan agar perangkat Desa jangan takut bekerja dalam mengelola Dana Desa.Karena Kades bukan obyek pelanggar hukum melainkan obyek pembinaan hukum sehingga dapat berkerja secara baik dan

Sementara itu, Kepala dinas PMD Kab. Kupang Charles Panie dalam laporannya menyebutkan bahwa kegiatan Rakor bagi Camat dan Kades dalam rangka menyatukan persepsi, pemahaman dan sekaligus evaluasi dalam penyelenggaraan pembanguan di Desa.

sumber berita

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *