Desa Tajinan Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

TAJINAN – Bupati Malang, Drs. H.M. Sanusi, MM melaunching Desa Tajinan sebagai Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bertempat di Lapangan Desa Tajinan, Kecamatan Tajinan, Minggu (22/9) pagi. Kegiatan yang juga dihadiri Asisten Deputi Direktur Bidang Pemasaran BPJS Jawa Timur, Andre Tuwaneli dan Kepala BPJS Ketenagakerjaan Malang, Cahyaning Indriyasari dikemas dengan begitu meriah dan semarak.

Diawali dengan pemberian secara simbolis santunan dan jaminan ketenagakerjaan kepada sejumlah warga Tajinan, BPJS Ketenagakerjaan juga menggelar jalan sehat bagi warga berhadiah menarik. Konsep ini dipilih sekaligus sebagai ajang sosialisasi dan menarik warga secara luas untuk bergabung mendaftarkan diri ke BPJS Ketenagakerjaan.

”Pemkab Malang punya harapan semua tenaga kerja yang beresiko tinggi terhadap keselamatan tubuh dan jiwa hendaknya semuanya mengikuti program BPJS Ketenagakerjaan. Sebab, jika sampai resiko itu ada, maka jaminan dari BPJS ini dapat meringankan beban keluarganya,” terang Bupati Malang saat ditanya awak media usai turut menyalurkan santunan dan jaminan kesehatan bagi penerima.

Pak Sanusi, sapaan akrab Bupati juga menyampaikan beberapa program Pemkab dalam upaya meningkatkan kesejahteraan yang difokuskan tiga hal yakni pendidikan, kesehatan dan perekonomian. Selain itu, terkait BPJS Ketenagakerjaan, beliau memuji Pemerintah Desa Tajinan yang berhasil menasbihkan sebagai Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan karena seluruh perangkatnya sudah terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan.

”Pemkab Malang punya program di tahun 2020, yakni akan menganggarkan BPJS Ketenagakerjaan untuk seluruh perangkat desa se Kabupaten Malang. Biaya yang dipergunakan untuk pembayaran premi disiapkan dari APBD. Perangkat Desa merupakan bagian dari pelaksanaa pemerintahan di Kabupaten Malang. Mereka banyak bersinggung keselamatan jiwa dan badannya,” tegas Pak Sanusi.

Terpisah, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Malang, Cahyaning Indriyasari mengatakan Desa Tajinan merupakan desa ke enam yang sudah melaunching sebagai Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan. Lima desa lainnya yang lebih dahulu menyandang predikat tersebut meliputi Desa Wonosari Kecamatan Lawang, Desa Karangploso Kecamatan Karangploso, Desa Tulusrejo Kecamatan Kepanjen, Desa Gedog Wetan Kecamatan Turen dan Desa Sukolilo Kecamatan.

”Harapannya, setelah launching ini menular ke seluruh desa lainnya di Kabupaten Malang karena yang hadir di acara ini seluruhnya warga desa se Kecamatan Tajinan. Alhamdulillah, seluruh perangkat desa dari Deaa Tajinan sudah terdaftar sebagai peserta BPJS ketenagakerjaan,” jelas Naning, sapaan akrab Cahyaning.

Pihaknya berharap seluruh perangkat desa Desa Tajinan juga bisa menginformasikan dan menyampaikan warganya terkait manfaat BPJS Ketenagakerjaan. Pasalnya, Desa sebagai pemerintah terkecil bisa ikut mendorong masyarakat, utamanya mereka yang datang di acara ini agar bisa ikut mendaftar ke BPJS Ketenagakerjaan. Naning menambahkan, BPJS Ketenagakerjaan juga ke desa-desa untuk menyisir ke pekerja mandiri, dan bukan penerima upah.

Kalau di desa, kata wanita berhijab ini, mata pencahariannya didominasi pertanian dan perkebunan. Dari pantauanya, tadi ada yang masuk juga dari pedagang pasar. Premi iurannya cukup terjangkau sebesar Rp 16.800 untuk kasus kecelakaan kerja dan kematian. Hal ini penting, karena sebagai perlindungan dasar dan kecelakaan kerja itu tidak ditanggung BPJS Kesehatan. Karenanya, hanya membayar senilai itu, lebih murah dari harga sebungkus rokok. Kalau pekerja, saat bekerja tidak lagi khawatir dengan resiko. Karena kalau terjadi resiko semuanya sudah ditanggung BPJS Ketenagakerjaan, mulai dari pengobatannya sampai bisa bekerja kembali, termasuk santunan dan meninggal dunia.

”Dengan membayar Rp 16.800, manfaat biaya pengobatan berapapun ditanggung BPJS Ketenagakerjaan seperti halnya seorang karyawan di perusahaan. Semisal, bagi tukang cilok, dengan membayar Rp 16.800 per bulan, akan disetarakan gajinya di perusahaan sebesar Rp 1 juta. Kalau alami kecelakaan kerja, maka santunan yang akan diterima 48 x gaji, ditambah biaya pemakaman Rp 3 juta, santunan berkala Rp 4,8 juta dan beasiswa untuk anak Rp 12 juta,” pungkasnya.

sumber berita

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *