DPMD Karawang : Jika Membandel Kades Jayanegara Bisa Kena Sanksi

Karawang – Kasus pemberhentian 9 orang perangkat desa Jayanegara Kecamatan Tempuran oleh Kades Ratna Nengsih telah memasuki babak baru.

Hal yang terungkap ketika admin memperoleh informasi bahwa Kecamatan Tampuran telah melakukan mediasi diantara pihak-pihak yang berselisih, dalam hal ini perangkat desa dengan Kepala Desa Jayanegara.

“ Kami (kec. Tempuran) sudah memediasi dan sudah membuat surat himbauan , hasilnya kami masih menunggu (tanggapan) dari perangkat yang diberhentikan,” ujar H. Encep Kasi Tapem Kecamatan Tempuran ketika dihubungi admin.

” Mereka (perangkat desa) yang diberhentikan minta waktu berpikir mempertimbangkan keputusannya,” lanjut beliau.

Baca juga : Ironis, Satu Hari Sertijab Kades langsung Pecat 5 Orang Perangkat Desa

Sementara itu Dinas PMD Kabupaten Karawang melalui Kasi Bina Perangkat Desa menyampaikan bahwa Dinas PMD sudah memberikan arahan kepada pihak Kecamatan Tempuran untuk melaksanakan keputusan sesuai dengan regulasi yang berlaku.

“ Kami yang ada di DPMD Kabupaten Karawang sebatas memberikan konsultasi terkait regulasi yang berlaku, “ ujar Pak Asep panggilan akrab beliau. “ Dan hasil konsultasi yang telah dilakukan kemaren dengan Kasi Pemerintahan  Kecamatan Tempuran akan segera diterbitkan surat Camat untuk Kades Jayanegara agar merevisi SK-nya.”

Aan Karyanto, Pengkab PPDI Karawang berdiskusi dengan Perangkat Desa Jayangera

Sesuai dengan regulasi yang berlaku, dimana pada Permendagri No 67 Tahun 2017 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri No 83 Tahun 2015 tentang Pengangkatan Dan Pemberhentian Perangkat Desa, ada prosedur yang tidak dilalui oleh Kades Jayanegara ketika mengeluarkan SK pemberhentian.

“ Ya itulah masalahnya, makanya DPMD kasih arahan kepada pihak kecamatan untuk melakukan pembinaan ke kades yang bersangkutan,” tandas Pak Asep.

DMPD Karawang tidak memungkiri akan ada tindakan lebih lanjut terhadap Kades Ratna Nengsih  jika tetap membandel tidak mau merevisi SK pemberhentian yang dia terbitkan.

Sebagaimana di informasikan sebelumnya, kasus pemberhentian 9 orang perangkat desa Jayanegara ini menjadi viral karena SK pemberhentian terbit satu hari setelah Kades terpilih dalam musyawarah desa tentang pergantian antar waktu Kepala Desa jayanegara, melaksanakan sereah terima jabatan pada Rabu (04/05/2019).

Perangkat desa Jayanegara yang diberhentikan sendiri melakukan perlawanan dengan mengadukan permasalahan yang dihadapi ke Kecamatan Tempuran, dan dengan pendampingan yang dilakukan PPDI Karawang, jika tidak ada titik temu kasus ini akan berlanjut ke PTUN. (admin)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *