Dudi Hendarsyah : Apdesi Merupakan Senior Bagi PPDI Cianjur

Cianjur – Menanggapi adanya pemberitaan dari salah satu media online yang menyoroti tentang pembentukan PPDI dengan judul ” Mantan Ketua APDESI Menyoroti Wacana dibentuknya PPDI Cianjur ” yang terbit pada Sabtu (05/10/2019).

Perlu diketahui bahwa PPDI di Kabupaten Cianjur bukan sebatas wacana melainkan sudah terbentuk kepengurusannya di 32 kecamatan.

Baca juga : Budiman Sujatmiko : Libatkan Perangkat Desa Dalam Reforma Agraria

Terkait dengan pembentukan PPDI di Cianjur, yang dikatakan dalam pemberitaan  tersebut bahwa “Timbulnya dan datangnya bukan dari perangkat desa tapi dari birokrat”

Kami menyayangkan pernyataan yang dilontarkan oleh mantan ketua APDESI Kabupaten Cianjur tersebut.ujar Dudi Hendarsyah,S.Pd.I Selaku Ketua PPDI Cianjur.

Dudi bersama H. Ahmad Danial,M.Si Dewan Penasehat PPDI Cianjur

Perlu diketahui bahwa lahirnya PPDI Cianjur berangkat dari inisiatif Perangkat Desa yang tergabung di Satgas Siskeudeus Kabupaten Cianjur, yang merupakan perwakilan desa dari seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Cianjur.

“Kami yang memperjuangkan lahirnya PPDI sama sekali tidak melibatkan pihak birokrat mana pun dalam awal pembentukan PPDI Cianjur. Setelah dideklarasikan tgl 06 September 2019, PPDI kemudian menempatkan birokrat sebagai Dewan Pembina dan Dewan Penasehat dalam kepengurusan PPDI Kabupaten” Ujar Dudi Hendarsyah saat diminta untuk menanggapi berita yg ada

“Karena ruang lingkup orang desa adalah Dinas Pemberdayaaan Masyarakat Desa (DPMD), maka kami jajaran formatur berketetapan dan memohon Kepala Dinas DPMD kabupaten Cianjur untuk bisa mengisi jabatan Dewan Penasehat.

Setelah ada kesanggupan dari Kadis DPMD kami pun sekalian meminta untuk di fasilitasi bertemu dengan Plt Bupati Cianjur untuk melaporkan lahirnya PPDI di Cianjur, sekaligus meminta kesediaan beliau untuk menjadi Dewan Pembina PPDI Kabuapaten Cianjur”

Baca juga : Oktober 2019 Siltap Perangkat Desa Ponorogo Setara PNS

“Berdirinya PPDI semata mata untuk kepentingan Perangkat desa yang selama ini merasa tidak bisa menyalurkan aspirasi, ide dan gagasannya dalam wadah organisasi. Saya kira ini juga bentuk dari hak kebebasan setiap orang untuk berorganisasi. Hal utama yang menjadi tujuan kami adalah menjaga dan mempererat tali silaturahmi antara sesama perangkat desa” tutup Dudi

PPDI didirikan di Cianjur saat ini, juga bersamaan dengan momentum lahirnya PP 11 tahun 2019 yang didalamnya mengatur tentang Penyetaraan Penghasilan Tetap Perangkat Desa yang setara dengan golongan 2a ASN. Karena keberhasilan terhadap penyetaraan siltap ini, tidak lepas dari dorongan dan perjuangan PPDI nasional yang lahir sejak tahun 2006.

Jika ada anggapan ketakutan terhadap akan adanya pertentangan dengan kepala desa, hal ini tidak mungkin terjadi karena perangkat desa sebagai anggota PPDI dipastikan dapat menghargai dan menghormati posisi kepala desa sehingga menempatkan Kepala desa sebagai penasehat di tiap desa.

Kami berharap kedepan PPDI dan APDESI dapat berjalan beriringan memperjuangkan kepentingan seluruh perangkat desa di Cianjur, seperti halnya didaerah lainnya antara APDESI dan PPDI saling bahu membahu membangun SDM perangkat desa dan memperjuangkan kesejahtraan perangkatnya serta tidak mempermasalahkan lahirnya PPDI karena PPDI adalah saudara muda dari APDESI dan sejarah pun mencatat demikian.

“Kenapa harus dipermasalahkan karena tujuan kita sama yaitu untuk kepentingan Perangkat desa karena PPDI lahir dari kita untuk kita dan oleh kita perangkat desa. ujar agung Nursyamsi Wakil Ketua PPDI Kabupaten Cianjur menutup berita ini.

Berita terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *