Mekanisme Berbeda Pengisian Perangkat Desa Di Bojonegoro




BOJONEGORO – Pengisian perangkat desa dilakukan berbeda di Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro menggunakan mekanisme baru. Mekanisme baru ini berupa jalur mutasi, penyaringan serta penjaringan.

Di Desa Sembung, Kecamatan Kapas misalnya, ujian perangkat desa dilakukan dengan cara manual namun menggunakan mekanisme baru pada Rabu (23/9/2020) di Balai Desa Sembung.

Kepala Desa Sembung Moch Arif Wahyudin mengatakan bila pihaknya sengaja melakukan pengujian dengan cara manual dan bisa disaksikan oleh warga, asalkan apa yang dilakukan tidak keluar dari sistem regulasi yang ada.




“Dengan membaca regulasi tersebut, bukan kewenangan kecamatan. Namun ujian perangkat desa tersebut adalah kewenangan Desa sendiri, kecamatan hanya sebatas merekomendasi saja,” ujar Arif Samsyudin, pada Rabu (23/9/2020)

Lanjut Arif, ujian dengan cara manual terbuka harapannya bisa menghasilkan pemimpin yang baik. “Dengan sistem terbuka dan manual ini, agar semua warga tahu dan menyaksikan, serta harapannya desa Sembung mendapat pemimpin yang baik,” tuturnya.

Sementara itu Camat Kapas Agus S. Hariyanto menyebut ia tak pernah mengarahkan apalagi melakukan intervensi desa – desa di kecamatannya dalam ujian pengisian perangkat desanya.




“Besuk itu Plesungan dan Bangilan, dan Kumpulrejo, dilakukan sendiri tidak serentak” jelasnya.

Agus menambahkan, setiap satu lowongan memang ada pembatasan pembiayaan dari 25 juta sampai 30 juta, untuk anggaran di APBDes nya.

“Kalau tahun ini, sudah ada anggaranya bisa dilakukan, kalau belum ada bisa di tahun depan, karena APBDes juga banyak terserap di Covid-19,” tuturnya.



Bila mengacu peraturan yang berlaku lanjut Agus, pengisian perangkat desa bisa dilakukan melalui jalur mutasi, penjaringan dan penyaringan. Bagi desa yang perangkat desanya kosong, bisa dijabat pelaksana teknis (Plt), namun tidak boleh dalam waktu yang lama.

“Ya, semoga segera terisi dan segera dilakukan pengisian dengan baik, agar roda pemerintahan desa berjalan dengan baik,” pungkasnya.

Sebagai informasi di Kabupaten Bojonegoro terdapat dua mekanisme pengisian perangkat desa, mekanisme baru sesuai Perda nomor 4 tahun 2019, yang merupakan, dari revisi Perda nomor 1 tahun 2017. Dimana tes atau pengisian dikembalikan ke desa masing – masing.

Sedangkan mekanisme lama sesuai Peraturan Bupati (Perbup) nomor 36 tahun 2017. Dimana pengisian perangkat desa dibuat serentak dan kecamatan menjadi fasilitator. Di sini kewenangan desa, yang diamanatkan melalui Peraturan Pemerintah (PP) dan Permendagri menjadi tidak berlaku.



sumber berita : https://www.suarajatimpost.com/news/pemerintahan/5f6b6e25c3686/cara-beda-pengisian-perangkat-desa-sembung-kapas-seperti-apa

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *