Memberikan Perlindungan Hukum Bagi Anggota, PPDI Cianjur Jalin Kerjasama Dengan LBH Giantara

Cianjur- Setelah sempat tertunda beberapa waktu, akhirnya penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding) antara Pengurus Kabupaten PPDI Cianjur telah ditandatangani oleh Dudi Hendarsyah,S.Pd.I selaku Ketua PPDI Kabupaten Cianjur dan Dede Rohman,A.Ma.,S.HI.,S.Pd.I selaku ketua Lembaga Bantuan Hukum Giantara, dan ikut mengetahui Drs. H.Ahmad Danial,M.Si selaku dewan penasehat PPDI Kabupaten Cianjur serta Muztaba Kamal,SH.,MH.,CPL.,CPCLE selaku Dewan Pembina LBH Giantara (08/07/2020)

Dalam sebuah seremonial sederhana bertempat di Aula DPMD Kabupaten Cianjur penandatanganan kerjasama tersebut terlaksana.

Kesepakatan antara PPDI Kabupaten Cianjur dengan LBH Giantara ini dibuat dengan tujuan memberikan Konsultasi, Informasi, Edukasi dan advokasi hukum bagi anggota anggota PPDI, untuk mengantisipasi tindakan diskriminatif yang diterima oleh para perangkat desa ataupun tindakan pemecatan sepihak yang tidak melalui mekanisme peraturan perundang-undangan.

Sebenarnya hanya ada dua pilihan bagi kepala desa pasca Pilkades kepada perangkatnya .yaitu atas dasar suka dan ketidak sukaan. Banyak yang melatar belakangi sehingga timbul sikap suka dan ketidak sukaan Kepala Desa kepada perangkat desa sehingga terjadi tindakan pemecatan sepihak atau membuat kondisi tidak nyaman kepada perangkat desa.

Kami perangkat desa dianalogikan sebagai anak-anak dari kepala desa kami butuh bimbingan dan binaan.apabila perangkat desa sudah tidak bisa dibina dan diarahkan maka silahkan kepala desa yang mengevaluasi sesuai mekanisme yang berlaku. Karena kami pun faham bahwa loyalitas dan dedikasi itu mempengaruhi kinerja perangkat desa dalam menjalankan tugas dan fungsinya.

Dengan adanya penandatanganan Nota Kesefahaman ini akan memberikan motivasi tinggi pada perangkat desa lainya agar lebih bisa meningkatkan kinerjanya. Karena PPDI mendukung 100% agar desa-desa bisa memiliki perangkat desa yang mempuni yang bisa menjalankan tugas pokoknya sebagai perangkat desa.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *