Miris, Membaca Surat Terbuka Wahyu Setelah Dipecat Sebagai Perangkat Desa

Takalar – Salah satu masalah yang sering kali muncul pada pemerintahan desa yang ada di Kab.Takalar adalah tindakan sewenang wenang yang dilakukan oleh oknum Plt Desa saat menjabat.

Bukan sekali dua kali saja terjadi,  permasalahan tersebut berulang ulang terjadi diberbagai desa, bahkan sampai berimbas pada penyegelan kantor Desa, dan ada juga yang sampai ke pengadilan PTUN.

Rupanya pemecatan secara sepihak, kali ini kembali terjadi di Desa Bontokassi Kec.Galesong Selatan, salah seorang aparat Desa yang mengaku bernama Wahyu Hidayat Dg Kulle, dipecat secara sepihak oleh Plt Desa.Atas kejadia

n yang menimpanya tersebut, Wahyu Hidayat lantas mengirimkan surat terbuka kepada Bupati Takalar yang dipostingnya di Group FB Kabar Takalar.

Begini isi surat terbuka yang di tulis Wahyu Hidayat.

Surat terbuka
kpd Yth Bupati Takalar.

Dengan hormat.
Perkenalkan saya wahyu hidayat dg kulle alamat desa bontokassi.no.hp 081242164299.
Pemberhentian perangkat desa secara sepihak kini terjadi lagi.korbanx adalah saya.sebentar lagi akan ada bukti outentik yang saya rilis…

Saya paham kejadian seperti ini diluar dari kendali bapak,  tapi bagi saya, ini adalah bagian birokrasi yang bapak pimpin untuk periode ini, banyak hal yang bapak mesti ketahui atas kejadian yang terjadi diluar sana.diantarax ada sebagian kecil golongan yang selalu melakukan intervensi dan menjual nama bapak, sehingga yang terjadi adalah tindakan semena mdna diluar dari pada aturan main di pemerintahan desa.

Saya tida akan menuntut di PTUN, walaupun saya tau ada sebagian hak dan kewajiban saya disana bisa dicari..

Hanya karena persoalan kecil dari luar pemerintahan desa dibawa masuk ke ranah desa sampai terjadi pemecatan, petanyaannya kemudian inikah etika pemerintahan yang baik di zamanx bapak..??

Sedikit pun bapak kepala PJ tidak pernah mendudukkan persoalan ini..baik mediasi secara internal maupun melanjutkan surat peringatan(sp1)terhadap saya ke Sp 2 Sp3 hingga ada keluar SK pemberhentian..bukankah ini bisa saya pertanyakan?

Adapun langkah saya akan tempuh untuk memberikan dan menambah sedikit pengalaman kepada pihak terkait itu dengan cara yang beretika.

Terkhusus buat saudara Wahyudi yang menggantikan posisi saya, selamat menikmati piring orang..semoga senantiasa diberi keberkahan.

Demikian ini sy sampaikan agar ada perhatian diwaktu mendatang dari bapak bupati yang kami banggakan.

sumber berita

2 komentar untuk “Miris, Membaca Surat Terbuka Wahyu Setelah Dipecat Sebagai Perangkat Desa”

  1. Nama saya iissugianto dari desa lunas jaya kab. Penukal abab lematang ilir sum-sel saya juga diberhentikan tanpa pemberitahuan.. tiba tiba perangkat baru sudah pelantikan.. sk pemberhentian pun tidak ada…tanpa basa basi..

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *