Mujito : ” Sesuai Petunjuk Kemendagri, PPDI Mengikuti Zoom Meeting Tanpa Harus Berkumpul Di Satu Lokasi Yang Sama !”



Jakarta – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Dirjen Bina Pemerintahan Desa melakukan virtual meeting tentang rancangan perubahan Permendagri 112 yang isinya membahas Pilihan kapala desa (pilkades) yang disesuaikan dengan memperhatikan protokol kesehatan pencengahan covid-19.

Virtual meeting dilaksanakan antara Asosiasi-asiosiasi perangkat desa yang salah satunya diikuti oleh PPDI, yang dilaksanakan secara daring pada Senin (02/10/2020).



Dirjen Bina Pemerintahaan Desa Kemendagri, Nata Irawan menjelaskan tujuan membuat rancangan perubahan Permendagri 112 adalah menyesuaikan aturan penyelenggaraan pilkades dengan menerapkan standar protokol kesehatan pencegahan penyebaran covid 19 agar tidak terjadi kluster baru dalam peyelenggaraan pilkades.

Tercatat ada beberapa Pengurus PPDI yang mengikuti kegiatan ini diantaranya Rodi Indra, Ketua PPDI Propinsi Kalimantan Timur, Ambo Asse Ketua PPDI Propinsi Sulawesi Selatan dan Ketua Umum PPDI Pusat Mujito.

Secara khusus Ketum PPDI Mujito, mengapresiasi langkah-langkah yang ditempuh oleh Kemendagri tersebut, mengingat proses pelaksanaan pilkades ini sendiri telah mengalami penundaan.

“ Ini yang kami khawatirkan jika proses pilkada tidak segera dilaksanakan karena menunggu pandemi covid-19 yang belum ketauan kapan akan berakhir, akan mengganggu jalannya pemerintahan di desa,”ujar Mujito. “ Mengingat posisi Kepala Desa ini begitu penting, baik dalam proses adminitrasi desa maupun fungsi sosial bagi masyarakat desa itu sendiri.”

Ketum PPDI juga menambahkan bahwa dalam pelaksanaan zoom meeting ini, sengaja PPDI tidak melakukan disatu tempat sebagaimana dilakukan salah satu peserta.

“ Esensi dari zoom meeting ini adalah menghindari kegiatan rapat yang mengumpulkan banyak orang di satu lokasi yang sama, untuk itulah PPDI diwakili oleh 2 orang rekan dari Sulawesi Selatan dan Kalimantan Timur yang melaksanakan rapat secara daring ini langsung dari Kantor Desa nya masing-masing,” terang Ketua Umum PPDI yang menjabat sejak tahun 2016 ini.



Selain sebagai upaya menghindari protokol kesehatan, zoom meeting ini sebagai bukti bahwa organisasi PPDI ini menuju organisasi memiliki akar rumput yang kuat. Artinya tanpa harus berkumpul di satu lokasi yang sama, PPDI terlihat eksis dimana-mana.

“ PPDI memahami maksud dan tujuan dari Kementerian ketika mengagendakan rapat secara daring ini, menjadi tidak berarti manakala kegiatan zoom meeting ini pesertanya malah berkumpul menjadi satu untuk mengikuti agenda tersebut,” pungkas Mujito menjawab pertanyaan yang muncul dari anggota PPDI tentang kenapa tidak melakukan zoom meeting bareng-bareng dengan pengurus PPDI yang lain di satu lokasi yang sama.

Terlepas dari

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *