Mukerda PPDI Jawa Tengah Menuju Profesionalitas Perangkat Desa

PEKALONGAN –  Peningkatan profesionalitas perangkat desa menjadi tugas penting bagi PPDI setelah adanya penyetaraan penghasilan tetap, demikian pesan yang disampaikan Sekjen PPDI Pusat Sarjoko, S.H dalam sambutannya di Mukerda PPDI Propinsi Jawa Tengah pada Minggu (27/10/2019).

Dalam acara yang dihelat di Gedung Koperasi Batik Pekajangan, Kedungwuni, Pekalongan ini, Sarjoko yang mewakili Ketua Umum PPDI Pusat juga menyampaikan bahwa perjuangan PPDI belum berhenti dengan terbitnya PP No 11 tahun 2019. Masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh PPDI melalui pengurus pusat dalam hal kesejahteraan perangkat desa.

Baca juga : Pemkab Ponorogo Anggarkan Rp. 50 M Khusus Untuk Perangkat Desa

“ Terkait dengan seragam kerja perangkat desa juga menjadi satu bagian yang kami diskusikan dengan Kemendagri saat beberapa waktu yang lalu,” ujar Sarjoko. “ Jangan sampai perangkat desa terkena kasus karena menggunakan seragam yang bukan pada peruntukkannya.”

Sebagaimana di informasikan oleh Sarjoko dalam sambutannya, PPDI kedepan berinisiatif untuk melahirkan adanya Undang-undang tentang perangkat desa. Diharapkan dalam undang-undang ini nanti dapat mengakomodir semua tuntutan PPDI tentang kesejahteraan perangkat desa.

Sekjen PPDI juga menginstruksikan kepada anggota PPDI agar disiplin kerja juga ditingkatkan, jangan sampai Kantor Desa baru buka pada jam 9 pagi.

Sementara itu, agenda Mukerda PPDI Propinsi Jawa Tengah ini juga dihadiri oleh Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, S.H,M.Si, Unsur Forkompida Pekalongan, Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Dra. Hj. Hindun, MH, Kepala Dinas PMD P3A dan PPKB M. Afib beserta perwakilan anggota PPDI se Jawa Tengah .

“ Perangkat desa merupakan ujung tombak dari pelayanan publik bagi masyarakat. Oleh karena itu harus diseimbangkan antara hak dan kewajibannya. Haknya mereka menuntut perbaikan penghasilan tetap (Siltap),”  Demikian disampaikan oleh Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si .

“Untuk di Kabupaten Pekalongan, kita sudah mengacu ke PP Nomor 11 tahun 2019. Tapi formulasi kembali sehingga hasilnya lebih bagus daripada nominal dalam PP karena PP itu kan berdasarkan PNS Golongan IIa. Khusus untuk di Kabupaten Pekalongan menggunakan istilah take home pay untuk perangkat sudah cukup baik,” ujarnya.

”Nanti juga akan diberlakukan aturan baru yaitu mereka kepala desa harus menyesuaikan jam kerjanya dengan perangkat desa dan Kepala desa tidak boleh sewenang-wenang memecat perangkat. Jadi nanti akan kita advokasi tingkat kesalahannya seperti apa, kewenangannya seperti apa, kita akan lakukan pengawasan terhadap kinerja kepala desa,” tegasnya.

Terkait dengan Muskerda, Ketua PPDI  Propinsi Jawa Tengah Cuk Suyadi menyampaikan bahwa forum kali ini sebagai sarana untuk menampung aspirasi yang berkembang diantara perangkat desa Se-Jawa Tengah, jadi diharapkan dapat dimaksimalkan se-efisien mungkin.

Baca juga : Pastikan Kenaikan Siltap DPMD DeliSerdang Minta Perangkat Desa Makin Disiplin

Agenda yang berakhir pada pukul 16.00 WIB ini menghasilkan beberapa keputusan yang sifatnya penguatan persatuan dan kesatuan diantara perangkat desa, seperti adanya kegiatan pekan olahraga perangkat desa se-Jawa Tengah yang dikemas dalam Liga Desa PPDI, kemudian perlunya satu kegiatan sholawatan untuk memperingati Hari Lahir PPDI, kegiatan expo bidang perekonomian yang terkait dengan perangkat desa, dan beberapa tawaran kerjasama dari Universitas Diponegoro tentang perlindungan hukum serta peningkatan SDM perangkat desa.

Disinggung juga dalam forum ini tentang penggunaan grup-grup media sosial yang banyak tumbuh tanpa adanya koordinasi dengan pengurus, hal ini menjadi satu catatan penting untuk kedepan perlu adanya satu komunikasi yang baik antara admin grup dengan pengurus PPDI.

Beberapa point yang menjadi keputusan Mukerda ini nantinya akan dibawa ke forum Pimpinan PPDI Jawa Tengah untuk menjadi laporan kegiatan yang akan disampaikan kepada Gubernur Jawa Tengah sebagai Dewan Pembina PPDI tingkat Propinsi Jawa Tengah.(admin)

Berita Terkait :

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *