Nekat, Perangkat Desa Masuk Timses Pilkada Purworejo




Purworejo: Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah menemukan adanya perangkat desa dan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) menjadi tim kampanye paslon di Pilkada Purworejo. Dugaan pelanggaran itu ditemykan di susunan tim kampanye paslon nomor urut satu dan nomor urut tiga.

Ketua Bawaslu Purworejo, Nur Kholiq, mengatakan pelanggaran diketahui ketika Bawaslu mencermati daftar susunan tim kampanye pasangan calon bupati dan wakil bupati. Yakni Formulir Model BC1-KWK.





“Dalam susunan tim kampanye paslon nomor urut satu tercantum nama seorang perangkat desa di Desa Sutoragan, Kecamatan Kemiri. Sementara dalam susunan tim kampanye paslon nomor urut tiga tercantum nama anggota BPD Desa Dukuhrejo, Kecamatan Bayan,” kata Nur Kholiq, Rabu, 14 Oktober 2020.Dia menuturkan kedua paslon melanggar ketentuan Pasal 68 ayat (2) huruf (c) Peraturan KPU Nomor 11 tahun 2020 yang mengatur tentang kampanye. Ketentuan tersebut menjelaskan dalam kegiatan kampanye, partai politik dan gabungan partai politik, pasangan calon atau tim kampanye dilarang melibatkan kepala desa dan perangkat desa atau kelurahan.






“Atas temuan ini kita sudah minta KPU Purworejo memberikan peringatan tertulis kepada paslon nomor urut satu dan tiga serta meminta mengubah susunan tim kampanye dengan tidak melibatkan pihak-pihak yang dilarang,” terangnya.Dia melanjutkan, temuan dugaan pelanggaran tersebut diterukan ke Pemkab Purworejo sebagai pelanggaran per undang-undangan. Yakni terkait dengan undang-undang desa, Perda BPD, dan Perda Perangkat.

“Tindaklanjut penanganannya menjadi kewenangan pemda. Batasan kewenangan Bawaslu hanya sampai pada penerusan ke Pemkab Purworejo sebagai instansi terkait,” jelasnya.

Sumber berita



Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *