Pemkab Bireun Desak Desa Segera Cairkan Dana Desa

Sebanyak delapan desa di Bireuen hingga minggu pertama Desember 2019 belum mengajukan usulan penarikan bantuan Dana Desa (DD) tahap akhir, batas pengajuan hingga awal minggu ketiga Desember.

Jika terlambat mengajukan usulan, Dana Desa tidak bisa ditarik lagi dan akan menjadi silpa kas Pemkab Bireuen.

Baca juga : Gaji Ke-13 Perangkat Desa Sawah Lunto Untuk Menutup Celah Korupsi

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong, Perempuan dan Keluarga Berencana (DPMGP-KB) Bireuen, Bob Miswar SSTP MSi ,Selasa (03/12/2019).

Disebutkan, syarat utama mengajukan permohonan penarikan DD tahap akhir adalah
pertanggunjawabkan bantuan sebelumnya.

Bob Miswar SSTP MSi

“Persentase realisasi pekerjaan fisik minimal 75 persen baru bisa mengajukan usulan penarikan bantuan tahap akhir, bila realisasi fisik yang menggunakan dana DD masih dibawah 75 persen tidak bisa mengajukan usulan penarikan,” tegasnya Bob Miswar.

Terhadap dana yang tidak ditarik tersebut, apakah dikembalikan ke kas negara atau kas daerah, Bob Miswar mengatakan, dana DD seluruhnya sudah di kas daerah.

Apabila tidak ditarik hingga batas waktu maka dana tersebut menjadi silpa kas daerah. 

Baca juga : PPDI Dan Apdesi Bersepakat Pentingnya Peningkatan SDM Dalam Penataan Desa

Disebutkan, pihaknya sudah mengingatkan perangkat desa yang belum mengajukan usulan untuk segera mengajukan sebelum batas akhir.

Terhadap desa yang tidak bisa menarik DD tahap akhir, maka akan dievaluasi tim Pemkab Bireuen serta pemerintah pusat.

Risikonya bagi desa adalah, jumlah dana yang didapat akan semakin kecil di tahun berikutnya.

sumber berita

Berita terkait :

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *