Pemkab Kulon Progo Terus Dampingi Desa Wisata

Pembinaan yang diberikan antara lain pelatihan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dan kelembagaannya hingga ruang promosi potensi desa.

Kepala Seksi Usaha dan Jasa Pariwisata, Dinas Pariwisata Kulon Progo, Endah Supeni mengatakan desa wisata banyak berkembang di wilayah perbukitan Menoreh karena wilayah itu memiliki panorama cukup bagus untuk dikembangkan jadi tujuan wisata.

“Maka itu, 10 dari 11 desa wisata yang sedang berkembang itu letaknya ada di kawasasan Menoreh,” kata Endah pada Tribunjogja.com, Kamis (5/9/2019).

Dengan potensi yang cukup bagus ini, Dinpar secara intensif memberikan pelatihan peningkatan kapasitas SDM pengelola.

Mulai dari pelatihan kuliner, pemandu wisata, pelayanan prima, juga pengelolaan homestay.

Pendampingan juga dilakukan untuk penyusunan paket wisata, manajemen desa wisata, hingga promosi di media sosial.

Upaya peningkatan SDM pengelola desa wisata ini diharapkan bisa membuat mereka lebih berdaya saing di tengah maraknya kemunculan objek wisata baru.

Pihaknya juga menginginkan ada penyiapan SDM desa wisata yang inovatif dan tangguh sehingga bisa membidik peluang dari hadirnya Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) di Kulon Progo.

Kepala Dinpar Kulon Progo, Niken Probo Laras mengatakan 11 desa wisata itu cukup berkembang baik dan di antaranya ada yang berhasil meraih penghargaan community based tourism (CBT) tingkat nasional yakni Desa Wisata Nglinggo.

Pihaknya akan terus mendampingi dan membina dalam promosi wisata di desa-desa tersebut.

sumber berita

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *