Pengumuman Hasil Seleksi Ditunda Membuat Ressah Calon Perangkat Desa Tulungagung



Tulungagung – Puluhan calon perangkat desa yang berasal dari enam desa di Kecamatan Kauman harus merasakan kecewa. Pasalnya, hasil seleksi perangkat desa yang seharusnya diumumkan kemarin (23/9) terpaksa ditunda. Penundaan pengumuman hasil seleksi perangkat desa tersebut akibat adanya kesalahan penilaian dari hasil ujian seleksi perangkat desa. Padahal hasil seleksi sudah sampai di Polsek Kalangbret. Dan rencananya pengumuman hasil seleksi akan diumumkan pada 21.00 WIB (23/9) dengan hasil revisi penilaian dari hasil seleksi sebelumnya.

Sekadar diketahui, para calon perangkat desa itu berasal dari Desa Pucangan, Batangsaren, Bolorejo, Kauman, Kates, dan Banaran. Kedatangan mereka adalah untuk meminta kejelasan mengenai hasil seleksi perangkat desa yang seharunya diumukan pada hari ini (kemarin, red) pukul 09.00 WIB, tapi harus tertunda akibat kesalahan penilaian dalam hasil seleksi. Mediasi tersebut dipimpin oleh Camat Kauman, yang berlangsung hampir empat jam.



Salah satu calon perangkat desa asal Bolorejo, Hendri Susilo mengatakan, pada intinya pihaknya menginginkan hasil seleksi perangkat desa yang sudah dikirmkan di Tulungagung, merupakan hasil yang sudah final. Karena, jika dilakukan review ulang terhadap hasil seleksi yang sudah samapai di Tulungagung, ditakutkan ada orang ketiga yang masuk. “Kami hanya ingin hasil yang sudah ada itu diumumkan seperti pada aturan, dan kami semua bisa menerimanya. Meski dalam hasil tersebut ada kesalahan, seperti yang disampaikan oleh tim penilai,” tuturnya.

Sebenarnya Hendri, sapaan akrabnya tidak mau untuk suudzon. Tapi karena hal-hal semacam ini sering disalahgunakan dan sering terdengar dimasyarakat. Maka untuk mengantisipasi hal tersebut, pihaknya menginginkan untuk mengumumkan hasil seleksi berdasarkan hasil yang saat ini sudah sampai di Tulungagung. “Itu merupakan hak kami. Dan kami tidak mau hal yang tidak diinginkan terjadi,” ujarnya.



Pria ramah itu mengungkapkan, didalam mediasi pihaknya juga mengusulkan kepada tim penilai dari Universitas Brawijaya (UB) dan pelaksana seleksi untuk diumukan hasil penilaian yang sudah sampai di Tulungagung. Pihaknya juga akan menerima apapun hasilnya. Tapi dari pihak penilai tetap meminta untuk dilakukan perbaikan dari hasil penilaian perangkat desa yang sudah berada di Tulungagung. “Katanya ada kesalahan penilaian di soal esay, sedangkan untuk multiplecoicenya sudah benar. Dan untuk prosentasenya multiplecoice adalah 80 persen dan esai 20 persen,” ungkapnya.

Tapi dalam mediasi tersebut diputuskan pengumuman hasil seleksi perangkat desa akan dilakukan pada hari ini (kemarin, red) bertempat di balai desa masing-masing pada 21.00 WIB. Nantinya pihak penilai dari UB akan datang ke Tulungagung mengantar hasil perbaikan dari hasil seleksi awal yang sudah berada di Tulungagung. Dari hasil tersebut, pihaknya mau tidak mau harus berbesar hati menerima hasil keputusan tersebut. “Kami percayakan pada mereka, yang penting setelah di balai desa kami bisa langusng klarifikasi dan bertanya kepada UB. Sedangkan kalau masalah nilai, nanti kami bisa bandingkan antara hasil pertama dan hasil setelah perbaikan pada hasil pertama,” terang pria berjenggot tipis itu.



Hendri menjelaskan, bahkan beberapa dari pihaknya meminta pihak penilai untuk membawa sekalian lembar jawaban beserta kunci soalnya. Biar tidak ada pertanyaan lagi dari calon perangkat desa ini dan bisa transparan. Tentu, hasil dari mediasi tersebut membuat kecewa, tapi pihaknya mempercayakan kepada panitia pelaksana seleksi. “Kalau permintaan teman-teman itu, kalau bisa sekalian membawa lembar jawaban dan kunci soalnya, biar tau mana salahnya dan tidak menimbulkan persepsi negatif,” ungkapnya.

Sementara itu, salah satu pantia pelaksana seleksi calon perangkat desa asal Bolorejo Kecamatan Kauman, Joko Purnawarman mengatakan, menyikapai adanya revisi terhadap hasil seleksi calon perangkat desa, pihaknya sudah mengusahakan semaksimal mungkin agar hasil seleksi tersebut bisa diumumkan. Tapi karena hal itu merupakan kredibilitas dari pihak penilai UB dan mengakui adanya kesalahan dalam teknis, pihaknya juga tidak bisa memaksakan kehendak. “Akhirnya setelah melakukan negosiasi dengan UB, pembatalan pengumuman hasil seleksi pihak UB harus membuat keterangan secara resmi terkait pembatalan pengumuman tersebut dan akan diganti dengan hasil revisi dari hasil penilaian pertama,” paparnya.



Joko, –sapaan akrabnya mengungkapkan, nanti pihak UB akan mengantar sendiri hasil revisi penilaian pertama yang terdapat kesalahan. Nantinya hasil revisi tersebut akan diterima di Polsek Kalangbret dan akan diumumkan di balai desa masing-masing. “Ada kesepakatan, bahwa dari UB dan peserta terkait pengumuman hasil akan dilaksanakan pada hari ini (tadi malam) pada pukul 21.00 WIB. Yang seharusnya hasil seleksi diumumkan pada 09.00 WIB,” pungkas pria berkumis itu.

Sementara itu, dari informasi terbaru yang diterima Koran ini sekitar pukul 21.20, tim dari Universitas Brawijaya sudah datang ke Mapolsek Kalangbret untuk menyerahkan hasil seleksi perangkat desa. “Saat ini sedang proses serah terima sebelum didistribusikan ke enam desa di atas,” kata Kapolsek Kalangbret, AKP Puji Hartanto.



Sumber berita : https://radartulungagung.jawapos.com/read/2020/09/24/215605/pengumuman-tertunda-calon-perangkat-desa-kecewa

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *