Perangkat Desa Ciamis Makin Cerdas Dengan Regulasi Hukum

Ciamis – Sebanyak 9 Kepala Desa di Kecamatan Barebeg Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, mengikuti  kegiatan sosialisasi kapasitas kesadaran hukum dan regulasi di Gedung Islamic Center Kecamatan Barebeg (26/9/2019).

Selain 9  Kepala Desa, hadir pula para perangkat desa, anggota BPD, anggota LPM dan tokoh masyarakat dari masing-masing Desa di Kecamatan Barebeg.

Ketua panitia kegiatan, Elan Jaelani  mengatakan, kegiatan peningkatan kapasitas kesadaran hukum dan regulasi ini diikuti 90 orang dari 9 Desa diwakili  perdesa 10 orang.

“Masing-masing desa mengirimkan 10 orang dari unsur pemerintah desa, BPD, LPM dan tokoh masyarakat,” katanya.

Ia berharap lewat kegiatan ini, bisa memberi wawasan dan pengetahuan unsur pemerintah desa, agar lebih teratur lagi dalam pengelolaan keuangan desa.

“Jangan sampai Kades atau perangkat desa tersandung hukum karena tidak taat aturan dan tidak merujuk ke regulasi,” jelasnya.

Sementara itu Camat Rusmiwati saat membuka kegiatan menyebut, kegiatan peningkatan kesadaran hukum dan regulasi bagi aparatur pemerintah desa ini sangat penting.

“Dengan kegiatan ini, Kades ataupun aparatur pemerintah desa bisa memahami tugas fungsinya sebagai penyelenggara pemerintahan,” jelasnya

Ia mengatakan, saat ini desa-desa begitu dimanjakan dengan anggaran besar mencapai miliaran setiap tahunya untuk pembangunan desa. Namun disisi lain, pemerintah desa juga was was dan ketakutan, semakin besar anggaran, semakin berat pula tanggungjawab penggunaanya.

“Makanya desa harus melaksanakan proses penyelenggaraan pemerintahan berdasarkan aturan, harus mematuhi rambu rambu, jika sesuai aturan tidak ada yang perlu ditakutkan,” tuturnya.

Sementara itu Sekertaris PWI Perwakilan  Ciamis, Banjar dan Pangandaran Subagja menjelaskan terkait pentingnya mengetahui media yang sudah teriverikasi. Menurutnya para kepala desa bisa membuka media tersebut di website Dewan Pers.

“Karena dengan mudahnya sesorang membuat suatu media sehingga di lapangan banyak sekali awak media. Namun kita tidak usah takut, para kepala desa tinggal mempertanyakanya apakah wartawan yang turun dilapangan tersebut medianya sudah terveripikasi ataukah belum,” katanya.

sumber berita

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *