” Perangkat Desa Juga Manusia Biasa, Jangan Selalu Menyalahkan Kami ” PPDI Kudus Merespon




KUDUS – Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Kudus malam ini melaksanakan rapat dan koordinasi terkait dengan kedisiplinan kerja anggota para perangkat desa di Griya Amarta Bae Kudus, Rabu (9/9/20).

Hal ini merupakan respon terkait dengan langkah kegiatan Plt. Bupati Kudus HM. Hartopo yang mengadakan sidak ke beberapa desa untuk melihat kondisi secara langsung proses pelayanan dan kedisiplinan Kepala Desa dan Para Aparaturnya beberapa hari lalu yang heboh karena diunggah langsung oleh Plt. Bupati Kudus di akun media sosialnya.




Dalam sambutannya Ketua PPDI Kabupaten Kudus, Moh Sugiyanto merespon positif apa yang telah dilakukan oleh Plt. Bupati Kudus tersebut. Kita selaku perangkat desa tentunya harus selalu sadar dan menyadari bahwa kita adalah ujung tombak pelayanan masyarakat, kegiatan sidak yang dilakukan oleh Bapak (Plt. Bupati Kudus) merupakan langkah positif bagi perbaikan kinerja kita, dan itu adalah salah satu tugas dan tanggung jawab beliau monitoring semua kegiatan pelayanan,” kata Sugiyanto.

“Melalui wadah PPDI ini saya sangat berharap agar semua teman-teman perangkat desa dapat saling mengingatkan tentang kebaikan dan saling bahu-membahu untuk saling memperbaiki pelayanan masyarakat,” ujar Sugiyanto.



Ia juga tak menampik jika ada oknum perangkat desa yang kurang disiplin dalam hal jam kerja, “Kita harus akui kalau kita memang harus meningkatkan lagi kedisiplinan kita, karena kita sadar bahwa kita digaji oleh rakyat lewat bengkok dan tunjangan dari pemerintah,” lanjutnya.

Namun Sugiyanto juga menyayangkan atas respon negatif dari netizen bahkan banyak dari netizan yang melontarkan tulisan yang kurang etis, dan berpesan pada anggota perangkat desa untuk tetap sabar dan tenang.Saya tahu bagaimana kita di bully dan diumpat dengan kata-kata kotor lewat tulisan, namun kita jangan sampai marah tetap tenang dan sabar, semua manusia tidak akan lepas dari salah dan dosa, yang terpenting ini menjadi semangat introspeksi,” ujar Sugiyanto.




Ia berharap pada publik agar dapat saling menghargai, dan bersikap bijak.

“Kami mohon pada masyarakat, silahkan menilai apapun kepada kami, cuma ibarat kata karena nila setetes rusak air sebelanga, kami memang manusia biasa yang pastinya tidak lepas dari kesalahan, namun disisi lain beban kerja perangkat bukan hanya jam kerja dibelakang meja kantor, kadang jam 12 malam kita dibangunkan untuk menyelesaikan masalah sosial seperti, ada pertengkaran antar warga, bahkan ada kasus gropyokan tengah malam, masak kami harus tinggal diam? Walaupun diluar jam kerja tetap kami melakukan pelayanan, belum lagi kami yang bertugas menjadi kering untuk penarikan pajak harus bolak-balik ke rumah warga untuk narik pajak, masak itu kami lakukan di jam kerja juga? Apakah itu juga tidak dianggap? tentunya akan sangat beda dengan PNS yang memang harus tepat jam kerja karena hanya beban administrasi tanpa ada beban tugas sosial, apalagi disaat Pandemi ini banyak dari kami para perangkat desa menjadi sasaran fitnah, dan amukan karena ruwetnya data bansos yang tidak sesuai dengan pendataan dari RT/RW dan perangkat desa, padahal jelas data itu dari pusat yang tidak update karena memakai data lama, tapi kami yang jadi sasaran kesalahan,” jelas Sugiyanto.




“Kami juga punya keluarga yang tentunya menanggung juga beban cacian dan hinaan, apalagi medsos dapat dibaca oleh anak-anak kami, maka kami mohon kepada publik agar lebih bijak jangan sampai anak dan keluarga kami juga tersakiti secar psikologis karena cacian dan hinaan diluar batas etika,” sambung Sugiyanto.

Ketua PPDI Kabupaten Kudus itu juga berharap besar kepada para pejabat tinggi di Kabupaten Kudus agar selalu mengingatkan secara konstruktif, “Kami berharap kepada bapak-bapak atasan kami, mohon kami diingatkan dan kami akan menerima segala bentuk kritikan dan peringatan selama itu konstruktif dan demi efektivitas dan produktivitas kinerja kami, tanpa harus membunuh karakter kami”, pungkasnya.

sumber berita



Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *