Perangkat Desa, Ketika Menjadi Profesi Primadona Bagi Generasi Muda



BANJARNEGARA – Minat masyarakat menjadi perangkat desa tinggi. Hal ini terlihat dari banyaknya peserta yang mengikuti penjaringan perangkat desa di Desa Merden Kecamatan Purwanegara, Kab. Banjarnegara, Jawa Tengah Kamis (3/12) kemarin.

Camat Purwanegara, Kab. Banjarnegara Yugo Pramono mengatakan minat menjadi perangkat desa tinggi. “Sekarang primadona. Kemarin di Karanganyar hanya dua saja yang mendaftar 32 orang. Hari ini di Merden ada tiga formasi yang mengikuti sampai 70 orang,” jelasnya.

Dikatakan, menjadi perangkat desa sekarang menjadi primadona karena memperoleh Siltap dan juga bengkok. “Primadona karena ada Siltap yang disamakan dengan Golongan II dan masih memperoleh bengkok,” paparnya.



Pendapatan dari bengkok bisa lebih tinggi dibandingkan Siltapnya. Terlebih di desa yang Pendapatan Asli Desa (PADes)-nya tinggi.

Sadar, Kades Merden Kecamatan Purwanegara, Kab. Banjarnegara, Jawa Tengah, mengatakan ada tiga formasi yang dibuka dalam pengangkatan perangkat desa ini.

“Satu Kepala Dusun V Karangkajen, dua Kasi Pemerintahan dan tiga Kasi Kesra,” jelasnya.

Dalam penjaringan ini, ada 82 orang yang mengambil berkas. Sedangkan yang mengembalikan berkas 74 orang dan yang mengikuti ujian 70 orang.

“Yang memenuhi syarat 73, yang satu sakit, dua tanpa keterangan. Jadi mengikuti ujian 70 orang,” papar dia.

Dia juga mengatakan bahwa, seleksi dilakukan karena adanya perangkat desa yang purna tugas.




“Yang dua purna tugas, yang satu saya, nyalon kepala desa,” ujarnya. Sebelum menjadi Kepala Desa, dia menjadi Kaur Keuangan.

“Di awal saya menjabat ada mutasi, jadi yang kosong Kasi Pemerintahan,” ungkap Sadar.

Dia menjelaskan materi yang diujikan dalam seleksi yaitu Pancasila, UUD 1945, pemerintahan dan muatan lokal.

“Untuk Kasi ada tes tambahan yaitu tes komputer. Sedangkan untuk Kadus tidak ada tes tambahan,” tambahnya.

Menurut dia, menjadi perangkat desa menarik bagi banyak orang karena ada Siltap dan memperoleh bengkok. “Kalau dilihat dari penghasilan ya cukup,” ungkapnya.

Ketua Panitia Kharisun mengatakan proses seleksi dilaksanakan dengan fair. Sebelum tes dilaksanakan, panitia membuat 400 soal dan digandakan sesuai jumlah peserta. Sedangkan yang diujikan ada 100 soal. Seleksi tidak hanya diikuti oleh warga Desa Merden saja. Namun ada sembilan orang dari luar desa atau luar kecamatan.

Dia mengatakan, minat menjadi perangkat desa tinggi. Antara lain karena penghasilan total mencapai sekitar Rp 4 juta sampai Rp 5 juta per bulan.

sumber berita



Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *