Perangkat Desa Peganden Datangi Kejari Gresik

GRESIK – Perwakilan perangkat Desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Peganden Kecamatan Manyar Gresik menggeruduk kantor Kejaksaan Negeri Gresik untuk meminta kejelasan laporan dugaan penyerobotan tanah khas desa oleh oknum masyarakat.

Hariyadi Kuasa Hukum perangkat dan BPD Peganden mengatakan, dugaan penyerobotan lahan khas desa Peganden itu berawal dari oknum masyarakat yang menyewa tambak. Namun, tidak mau mengosongkan tambak dan menyerahkan ke desa. Sehingga, pada 2015, pihak desa Peganden melaporkan dugaan penyerobotan tambak khas desa ke Polres Gresik.

Setelah dilaporkan ke Polres Gresik, kemudian para pihak dimintai keterangan. Selanjutnya, berkas tersebut dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Gresik. Namun, karena kuitansi bukti sewa menyewa tambak hanya berupa foto kopi, jaksa meminta penyidik Polres Gresik untuk melengkapinya.

Karena tidak menemukan kuitansi yang asli, akhirnya perkara tersebut tidak tuntas hingga saat ini. “Sekarang kita ke Kejaksaan Negeri Gresik untuk menanyakan progres masalah yang sudah dilimpahkan ke Kejari Gresik,” kata Hariyadi, bersama beberapa perangkat dan BPD Peganden, Senin (26/8/2019).

Yang membuat perangkat desa dan BPD Peganden Kecamatan Manyar menggeruduk kantor Kejaksaan Negeri Gresik karena selama ini banyak teror dari orang yang tidak dikenal agar tidak mempermasalahkan tambak seluas 1,6 hektar yang disewa oknum masyarakat.

Namun, setelah lama menunggu, perwakilan perangkat desa dan BPD Peganden Kecamatan Manyar ditemui jaksa dari humas Kejari Gresik. “Kita tadi ditemui jaksa. Katanya akan disampaikan ke atasannya,” kata Hariyadi.

Sedang Humas Kejari Gresik Bayu Probo S mengatakan sedang luar kota.”Saya sedang di luar kota, tidak tau kalau ada tamu, sebab tidak bersurat ke kantor,” kata Bayu melalui telepon selulernya.

sumber berita

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *