Perjuangkan Nasib Anggota, PPDI Bengkulu Tengah Kawal Kasus Pemberhentian Perangkat Desa Lubuk Unen Baru

Bengkulu Tengah – Terkait enam perangkat desa Lubuk Unen Baru yang dicabut SK oleh kepala desa beberapa waktu lalu, Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) kabupaten Bengkulu Tengah pun angkat bicara.

Samsuri selaku ketua PPDI kabupaten Bengkulu Tengah, saat ditemui awak media dengan didampingi beberapa anggota perangkat desa di kabupaten Bengkulu Tengah memberikan penjelasan. Setelah mendapat pengajuan permintaan untuk mendampingi perangkat desa Lubuk Unen Baru, dalam permasalahan 6 perangkat desa yang dicabut SK-nya oleh kepala desa. PPDI dalam AD/ART berwenang mendampingi permasalahan tersebut sesui dengan perda nomor 04 tahun 2016.

“Kewajiban kami dalam AD/ART mengawal perda nomor 04 tahun 2016 dimana keputusan kepala desa itu merupakan keputusan sepihak,” jelas Ketua PPDI Benteng Samsuri, Senin (17/8/2020).

Sementara itu Samsuri juga menjelaskan, sudah melakukan konsultasi kepada kabag pemerintahan Benteng terkait siltap yang telah diberhentikan sejak Juli-Agustus.

“Selagi mereka tidak diputuskan secara hukum atau secara administrasi, mereka masih mendapatkan haknya.” tambahnya.

Untuk tindak lanjut, dalam menanggani permasalah perangkat desa. PPDI kabupaten Bengkulu Tengah juga akan didampingi kuasa hukum dari PPDI agar permasalahan mendapatkan titik terang bagi bersangkutan.

Sumber berita

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *