PPDI Batukliang Utara Kedepankan Komunikasi Untuk Bisa Bersinergi Dengan Semua Elemen

BKU—Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kecamatan Batukliang Utara (BKU), Mandalika , Lombok akhirnya terbentuk. Dalam pembentukan yang dilangsungkan dengan pelantikan pengurus inti serta koordinator masing-masing devisi tersebut dihadiri pengurus kabupaten dan camat setempat. Untuk mengoptimalkan pelaksanaan program kerja organisasi, proses pemilihan formatur pengurus pun sesuai dengan kesepakatan bersama sebelumnya antara Sekdes se­-Kecamatan BKU.

“Sebenarnya untuk pengurus kita di sini sudah terbentuk sejak 2017. Cuma karena tidak lengkap yang hadir makanya tidak dikukuhkan langsung waktu itu. Tapi Alhamdulillah dengan kesepakatan bersama kemarin dengan semua Sekdes, pembentukan pengurus diserahkan kepada tim formatur. Dan tadi kesepakatan formatur kita kukuhkan,” aku Ketua PPDI Kecamatan BKU terpilih, Abdul Karim kepada Radar Mandalika, kemarin.

Baca juga : DPR Setujui RUU APBN 2020, Ini Besaran Dana Untuk Desa

Dalam pelaksanaan pengisian pengurus oleh tim formatur itu katanya, berproses pada Kamis (3/10) dan Senin lalu (7/10). Dari pengisian tim tersebut, oleh forum yang dihadir oleh 56 orang perangkat desa (Prades) ini disepakati untuk dijadikan pengurus kemudian dilantik. Dengan demikian, tidak ada pemilihan seperti biasanya. Adapun pengurus PPDI Kecamatan BKU tersebut beber Karim diantaranya, dirinya selaku ketua, sekretaris dijabat Sekdes Aik Bukaq, Amrullah dan bendahara oleh Sekdes Setiling, Norman. Sedangkan dalam pembentukan tersebut juga disepakati terkait koordinator ada empat devisi. Koordinator Devisi Pengkaderan diisi oleh Sekdes Tanak Beak Samsul Hadi, Devisi Advokasi, Sekdes Mas-Mas, Parhan, Devisi Komunikasi, Sekdes Karang Sidemen, H Suparman Hasim dan Koordinator Devisi Humas, Sekdes Teratak, Ahmad Turmuzi. Sedangkan untuk anggota devisi tersebut lanjutnya, akan diisi oleh Kaur dan Kasi.

“Kita juga rencananya mau bentuk satu devisi baru tadi, tapi karena tidak sempat makanya ditunda. Biar semua Sekdes di BKU bisa terakomodir semua,” terang Sekdes Lantan ini.

Abdul Karim juga menambahkan, untuk sementara ini kepengurusannya akan diisi oleh anggota dari unsur Kasi dan Kaur di semua desa di BKU. Akan tetapi ke depan pihaknya berencana untuk melibatkan semua kepala dusun se-BKU. Dengan harapan, apa yang menjadi program kerja organisasi yang berkaitan Prades bisa berjalan optimal. Terlebih, saat ini Kadus sudah menjadi bagian dari Prades. Selain itu juga lanjutnya, ke depan pihaknya memiliki program kerja untuk bagaimana forum ini bisa menjembatani penguatan tupoksi Prades dalam membantu Kades untuk menjalankan pelayanan yang baik kepada masyuarakat. Tentu yang sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. Demikian juga, dengan adanya forum ini sinergitas dan komunikasi dengan rekan-rekan Kades bisa berjalan dengan baik. Agar bagaimana harmonisasi dalam pelaksanaan pembangunan di desa terwujud.

Baca juga : H. Zaiful Bukhari Membuat Bangga PPDI Lampung Timur

“Jika ada yang keliru dari rekan-rekan Kades dan Prades, kita akan upayakan untuk di diskusikan bersama,” ungkapnya.

Demikian juga disampaikan Ketua PPDI Loteng, Mariono bahwa, Prades tidak ada alasan untuk tidak bersatu dalam rangka mempercepat pelaksanaan perubahan di desa. Termasuk juga kaitannya dengan memperjuangkan kesejahteraan Prades hingga pemerintah pusat. Karena hal demikian hanya akan terwujud dengan persatuan. Sebagai bukti katanya, PP nomor 11 tahun 2019 yang dikeluarkan oleh pemerintah beberapa bulan lalu itu juga bagian dari hasil perjuangan yang didasari persatuan PPDI dari pusat hingga kecamatan. Untuk itu ia berharap agar pengurus PPDI Kecamatan BKU terus memperkuat organisasi dengan bersama-sama dengan anggota. Ketika ada persoalan yang menimpa anggota hendaknya ada upaya penyelsaian di tingkat kecamatan baru ke kabupaten.

“Itu tadi, harmonisasi dengan rekan-rekan Kades juga penting biar jalan membangun desa itu seirama antara Prades dan Kades,” jelasnya.

Sementara Camat BKU, HL Wiraningsun mengutarakan, yang terpenting menurutnya dari terbentuknya pengurus PPDI Kecamatan BKU ini yakni bagaimana rekan-rekan Prades ini bisa menjalankan tupoksinyasecara maksimal. Selain itu, hendaknya keberadaan PPDI ini bisa mengakomodir dan membantu pelaksanaan program kerja di desa sesuai dengan apa yang ada dengan visi dan misi Kades mereka.

“Rajin-rajin meminta saran dan masuk ke Kades,” singkatnya.

sumber berita

Berita terkait :

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *