PPDI Dorong Pihak Berwajib Usut Demo Anarkhis Di Sukorejo

Kendal – Ratusan perangkat desa yang tergabung dalam Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kendal dan Forsekdesi serta Paguyuban Kades meminta  polisi untuk mengusut tuntas pelaku perusakan saat demonstrasi di Balidesa Purwosari Kecamatan Sukorejo beberapa waktu lalu.

Tidak hanya itu,  polisi juga diminta untuk menegakkan hukum seadil-adilnya demi terciptanya keamanan dan ketertiban yang kondusif di wilayah Purwosari. Protes warga yang meminta Sekdes Purwosari Ribut Sudiono mundur dari jabatannya telalu dipaksakan.

Dugaan penyelewengan sudah diselidiki Inspektorat Kendal dan tidak terbukti, namun pihak-pihak yang diduga kontra dengan Pemerintah Desa Purwosari tetap menggelar aksi demo menolak hasil penyelidikan inspektorat.

Ketua Forsekdesi Kendal Budi Ristanto menilai bahwa tuntutan pendemo yang menghendaki Sekdes Purwosari mundur adalah sesuatu yang dipaksakan. 

Inspektorat sudah turun memeriksa dan hasilnya tidak terbukti, lalu kenapa masih ngotot seperti ini, kata Budi.

Menurut Budi, tuntutan pendemo sesuatu yang tidak ada dasar hukumnya. Pasalnya, secara aturan aparat bisa mundur apabila memenuhi salah satu dari tiga aturan yang diterapkan yakni, meninggal dunia, mengundurkan diri dan sudah tidak mampu lagi melaksanakan tugasnya. Selaku Ketua Forsekdesi Kendal, dia berharap sekdes Purwosari dapat kembali menjabat seperti semula dan kamtibmas di Purwosari kembali kondusif.

Sementara itu Ketua PPDI Kendal, Khumaedi mengatakan, apa yang dilakukan rekan-rekannya ini sebagai bentuk pernyataan sikap apa yang dilakukan beberapa oknum warga desa Purwosari yang menekan sekdes disana untuk mundur dari jabatan, tanpa ada alasan yang kuat.

PPDI Kendal ikut berpartisipasi dalam aksi tidak menginginkan hal seperti penekanan kepada perangkat. Karena jika didiamkan, kejadian tersebut bisa saja menimpa pada diri kita, jelas Chumaedi.

sumber berita

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *