PPDI Hari Ini 3 Tahun Yang Lalu, Silatnas Jilid I Tonggak Sejarah Gaji Perangkat Desa Setara PNS (Jejak Digital Yang Tidak Bisa Berbohong)



Jakarta – Tepat hari ini, 3 tahun yang lalu ribuan anggota Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) memenuhi Taman Pandang Monas pada Selasa, 24 Oktober 2017.

Massa aksi unjuk rasa ini berdatangan dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung, Nusa Tenggara Barat, Bali dan perwakilan dari Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan dan Sumatera Utara.

Aksi yang digelar 3 tahun yang lalu itu, merupakan pengerahan perangkat desa pertama kali yang dilakukan PPDI dibawah Kepimpinan Mujito dan Sarjoko setelah Munas Boyolali pada tahun 2016. Tidak heran begitu antusias perangkat desa dari berbagai unsur seperti, Kepala Dusun, Kasi dan Kaur serta staff desa, turut berdatangan di Taman Tugu Pandang, Kawasan Monumen Nasional (Monas) Jakarta.




Koordinator aksi saat itu, Sarjoko, S.H yang juga selaku Sekretaris Jenderal PPDI menceritakan bahwa unjuk rasa terpaksa digelar karena PPDI selaku wadah organisasi Perangkat Desa di Indonesia, ingin mengingatkan Presiden Jokowi tentang janji yang pernah terucap pada momen saat kampanye pemilihan Presiden dan Wakil Presiden tahun 2014.

“ Ada sekitar 25 ribu perangkat desa yang membanjjiri Kawasan Monas pada saat itu, sempat timbul kekhawatiran Pengurus Pusat PPDI akan timbul gesekan dengan petugas keamanan yang mengawal aksi kami,” ujar Sarjoko berkisah. “ Mengingat aksi unjuk rasa yang terakhir digelar di depan Gedung DPR RI dahulu sempat terjadi gesekan dengan pihak berwajib.”

Rekaman lensa dari redaksi dari lokasi pada waktu itu, mencatat perangkat desa mulai berdatangan secara bersamaan dengan berjalan kaki dari Masjid Istiqlal, Jakarta pada pukul 08.00 Wib. Titik pemberangkatan memang dipilih dari Masjid terbesar di kawasan Asia Tenggara ini, mengingat luasnya tempat parkiran yang dapat menampung ratusan kendaraan yang mengangkut perangkat desa dari berbagai daerah.

Dari lokasi berlangsungnya unjuk rasa tersebut, meskipun sempat menimbulkan kemacetan secara umum tidak menganggu arus lalu lintas di sekitar Istana Merdeka maupun kawasan Monas, karena perangkat desa yang melakukan unjuk rasa tertib dalam menyuarakan aspirasinya.

Setelah beberapa perwakilan perangkat desa melakukan orasi, Presiden Jokowi yang semula direncanakan untuk menemui pengunjuk rasa mengkonfirmasi bahwa beliau mengutus Plt. Sekjen Kementerian Dalam Negeri saat itu, Hadi Prabowo untuk datang ke lokasi.

Saat itu disampaikan bahwa permintaan dari perangkat desa akan disampaikan secara langsung ke Presiden Jokowi, dan ada beberapa alternative yang sedang dikaji pemerintah untuk menampung aspirasi PPDI, salah satunya adalah penyetaraan gaji perangkat desa dengan PNS golongan 2A.

Kata Hadi, harus ada aturan untuk penyetaraan penghasilan. Salah satunya bisa dilihat dari batas usia perangkat daerah.

“Jadi ini suatu proses bahwa kita komitmen bersama, kita dalam rangka penyetaraan penghasilan. Harus ada regulasi, kalau dari sisi mereka harus dilihat umur ada yang lewat batas, kedua massa kerja tinggal sedikit atau tidak,” jelasnya

Semula peserta aksi menolak membubarkan diri setelah mendapat penjelasan tersebut, perangkat desa bersikukuh bahwa Presiden Jokowi harus menemui mereka. Setelah mendapatkan penjelasan dan pemahaman dari Pengurus Pusat PPDI, peserta unjuk rasa pun membubarkan diri mulai pukul 14.30 WIB. Secara perlahan pergerakan perangkat desa meninggalkan ibukota untuk kembali ke daerahnya masing-masing.




Dari aksi unjuk rasa perangkat desa yang kemudian dikenal dengan sebutan Silahturahmi Nasional Persatuan Perangkat Desa Indonesia ( Silatnas PPDI) jilid I, bisa dikatakan sebagai tonggak sejarah kunci perjuangan PPDI dalam menentukan regulasi Pemerintah terkait pemberian penghasilan tetap perangkat desa setara dengan PNS golongan 2A.

Semoga dengan semangat yang tertanam pada 3 tahun yang lalu, 24 Oktober 2017, dapat menumbuhkan semangat persatuan dan kesatuan perangkat desa Indonesia untuk menjadi satu dalam rumah besar untuk perangkat desa Indonesia yaitu PPDI…… Salam Perangkat Desa Sejahtera, PPDI Jaya !!!!



3 komentar untuk “PPDI Hari Ini 3 Tahun Yang Lalu, Silatnas Jilid I Tonggak Sejarah Gaji Perangkat Desa Setara PNS (Jejak Digital Yang Tidak Bisa Berbohong)”

  1. Alhamdulillah… saya perangkat desa yg sudah tuwa mengucapkan terimakasih..atas perjuangannya para kawula muda.semoga.PPDI selalu kompak dan jaga persaudaraan…. saya yang ngabdi sebagai perangkat desa tinggal 5th lagi merasa bersyukur..masih bisa merasakannya….PPDI JAYA

  2. Alhamdlah perjuangan waktu itu sangat berkesan dan membekas bagi kami dr lampung timur…dmna perjalanan yg kami tempuh dalm 1 hari 2 mlam ( tanpa mandi karna tdk kebagian air waktu dimasjid diistiqlal, dan hanya mandi pake 4 air mineral gelas sj…..he….he……he…bner2 perjuangan )..hidup PPDI smg perjuangan ni ttap bs kami raskan tanpa ada kedholiman pihak2 yg tdk bertanggung jawab dan sok berkuasa dengan tdk mengindahkan peraturan serta perjuangan kami mengawal PP ni…smg tersemogakan amin

  3. Mantap PPDI lanjutkan Perjuangan untuk mendapatkan NIPD..
    Kami dari Belahan Pulau Kalimantan Sangat Merasakan Manfa,at Perjuangan PPDI…

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *