PPDI Loteng Dukung Pembentukan BPD

PRAYA—Rencana Badan Permusyawaratan Desa (BPD) se-Loteng untuk membentuk forum disambut baik Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Loteng. Bahkan, DPMD sejak awal berharap BPD punya wadah sendiri.

“Kami sangat mendukung itu agar segera terbentuk. Kita dari DPMD yang inisiasi sejak dulu agar BPD ini segera memiliki forum,” aku Kepala DPMD Loteng, Jalaludin kepada Radar Mandalika kemarin.

Harapan ini kata Jalal, tidak lain maksud dan tujuannya agar terjalinnya komunikasi dan koordinasi dengan baik, lancar dan mudah. Selain itu, jika forum ini ada, komunikasi yang baik juga diharapkan berjalan antara organisasi yang menaungi sejumlah unsur Pemdes seperti Forum Kepala Desa (FKD), Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) dan lainnya. Sehingga ketika ada persoalan-persoalan di desa yang berkaitan dengan unsur Pemdes tersebut bisa dengan mudah dan cepat diselsaikan di internal forum.

Tidak hanya itu saja, dengan adanya forum ini persoalan yang terjadi lintas desa dan kecamatan juga bisa cepat dijembatani. Namun demikian tambah Jalal, karena pihaknya tidak memiliki anggaran untuk pembentukan forum tersebut, ia tidak bisa terlalu ikut campur untuk mendesak agar segera terbentuk.

Baca Juga :

Politik Hukum Pemerintahan Desa

Wagub Jabar : Kades Harus Bawa Perubahan Bagi Desa

Akan tetapi yang jelas, ia memastikan pembentukan forum ini ia dukung penuh. Untuk itu juga, ia berharap agar BPD yang ada di 127 desa untuk bisa berswadaya kaitannya dengan pembentukan tersebut. Karena diakuinya, selama ini tidak dipungkiri memang di sejumlah desa antara BPD dan Kades-nya ada jarak dan seringkali terjadi miskomunikasi.

Sehingga dampaknya roda pemerintahan di desa tidak bisa berjalan optimal seperti desa lainnya. Terutama kaitannya dengan pelaksanaan program yang ada dan tertuang di APBDes. Maka dengan adanya rencana tersebut hingga akhirnya sudah ada panitia Musda, menurutnya sangat tepat sebagai salah satu solusi atas dinamika pembangunan desa yang selama ini banyak terjadi.

“Ini semata-mata untuk mempermudah komunikasi dan menyelesaikan persoalan-persoalan Kades dengan BPD. Dan berbagai persoalan lain dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan desa,” terangnya.

Selain itu, ketika DPMD melaksanakan rapat koordinasi (Rakor) bersama Kades, perangkat desa (Prades), pihaknya jarang melibatkan rekan-rekan BPD. Akan tetapi, dengan adanya forum ini pihaknya akan mengupayakan agar ketiga unsur Pemdes ini bisa dihadirkan dan duduk bersama membahas permasalahan desa secara umum.

Baik soal evaluasi dan perencanaan pelaksanaan pemerintahan desa. Sehingga apa yang menjadi kendala dalam pemerintahan desa itu bisa dibedah bersama. Secara perlahan juga, adanya miskomunikasi dan koordinasi yang terbangun selama ini akan berubah menjadi terwujudnya kekompakan. Selain itu, selama ini Jalal mengakui jika pihaknya sudah banyak menerima saran dan masukan dari BPD agar dilibatkan dalam Rakor bersama.

“Tapi Insya Allah kalau forum ini ada, dalam Rakor mendatang kita pertemukan mereka-mereka itu,” pungkasnya.

sumber berita

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *