Prihatin Dengan Maraknya Kasus Hukum, PPDI Kendal Bekali Perangkat Desa Dengan Pengetahuan Hukum



Perangkat desa wajib melek hukum. Hal itu supaya mereka tidak harus berhadapan dengan penegak hukum akibat kebijakan yang mereka ambil.

Demikian pernyataan Ketua Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kendal Chumaidi pada acara Penerangan Hukum kepada Pengurus PPDI Kabupaten Kendal yang bertema Kenali Hukum Jauhi Hukuman yang digelar di salah satu rumah makan di Kendal, Sabtu (26/9).




Banyaknya perangkat desa di Kabupaten Kendal yang tersandung kasus hukum menjadi perhatian dari pengurus Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kendal. PPDI merasa prihatin dengan adanya perangkat desa yang harus berhadapan dengan aparat penegak hukum, karena ketidaktahuan mereka atas kebijakan yang diambil.

Chumaidi mengaku prihatin, karena adanya perangkat desa yang harus berhadapan dengan hukum. Menurutnya, mereka supaya memahami aturan undang-undang yang berlaku di Indonesia. Sehingga ketika mengambil kebijakan, sesuai dengan koridor yang diterapkan penegak hukum.

’Prinsip kehati-hatian perlu ditegakkan supaya tidak terjadi permasalahan di masa depan. Hal itu agar mereka tidak mendapat hukuman pidana,’’ tambah perangkat desa dari Desa Kumpulrejo, Patebon, Kendal ini.

Dia menambahkan, karena itu, pihaknya menggandeng Kejaksaan Negeri Kendal menggelar penerangan hukum bagi perangkat desa. Kegiatan itu sebagai upaya memberikan pencerahan kepada perangkat desa, agar memahami aturan yang berlaku sesuai undang undang.




‘’Harapan saya di masa mendatang, tidak ada perangkat desa yang mendapat persoalan hukum,’’ tuturnya.
 
Ketua panitia, Nuryanto, mengatakan, hingga kemarin jumlah perangkat desa sekitar 2.650 orang yang tersebar di 266 desa dari 19 kecamatan di Kabupaten Kendal. Dari jumlah tersebut, menurutnya, sekitar 2.000 orang bergabung ke PPDI.

‘’Karena masih pandemi korona, sehingga jumlah peserta kami batasi. Mereka yang kami undang terdiri atas ketua, sekretaris, dan bendahara PPDI kecamatan ditambah pengurus PPDI kabupaten,’’ kata perangkat dari Desa Sendangsikucing, Kecamatan Rowosari tersebut.




Sumber berita : suaramerdeka.com

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *