Ternyata Ini Penyebab Kades Sesait Diberhentikan Bupati Lombok Utara

Lombok Utara – Kasus pemberhentian perangkat desa Sesait, Lombok Utara yang berujung pada keluarnya keputusan Bupati untuk memberhentikan sementara Kepala Desa Sesait telah melalui proses yang panjang.

Sebagaimana dimuat dibeberapa media lokal di Lombok Utara, kasus ini sendiri berawal dari dari  Sekretaris Desa (Sekdes) dan sejumlah Perangkat Desa yang lain belum melaporkan Rancangan Kerja Pemerintah Desa (RKPD) dan Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes), Sedangkan batas waktu 31 Maret 2020.

Baca juga : NIPD Target Utama PPDI Karawang

Susianto, Kepala Desa Sesait kemudian melayangkan surat pemberhentian untuk 5 orang Perangkat Desanya yaitu Kaur TU dan Umum Diah Ayu Ardiani, Kaur Keuangan Mustafa Kamal, Jabatan Kasi Pemerintahan Supianto, Jabatan Kasi Kesejahteraan Abdurrahman, dan Sekretaris Desa Sesait Dedi Supriadi.

DPRD Lombok Utara sendiri sebenarnya telah menjembatani proses mediasi Kepala Desa (Kades) Sesait, Susianto dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Utara. Hanya saja, mediasi kedua pihak tidak menemui titik terang alias buntu.

Keputusan itu muncul sebagai konsekuensi atas tidak dilaksanakannya instruksi SK No.311/19/DP2KBPMD/2020. Yakni tentang pembatalan keputusan kepala Desa Sesait terkait pemberhentian lima perangkat Desa Sesait. Sebagaimana SK 311/19, bupati memerintahkan kembali mengangkat lima orang perangkat desa tersebut.

Bupati menerbitkan tiga SK sekaligus sebagai solusi mandeknya perjalanan pemerintahan dan anggaran di Desa Sesait. Yakni SK No. 324/20/P2KBPMD/2020 tentang pengangkatan kembali lima perangkat desa Sesait, per Senin 22 Juni.

Pada Selasa 23 Juni,  dua SK kembali dikeluarkan. Yakni SK No.325/21/DP2KBPMD/2020 tentang pemberian sanksi administratif sedang. Sanksi itu berupa pemberhentian sementara tanpa memperoleh hak-hak jabatan sebagai kepala desa. SK berikutnya yakni SK No. 326/22/DP2KBPMD/2020 tentang penunjukan sekdes sesait sebagai plt kepala desa.

Kholidi Kepala DP2KBPMD KLU H,  menuturkan, sebelum SK pemberhentian sementara muncul, Kades Susianto telah diberi tenggat waktu mengangkat kembali selama tujuh hari. Namun tidak dilaksanakan. Pemkab mengambil langkah merujuk kewenangan bupati yang diatur pada UU 30 tahun 2014.

Baca juga : Berhentikan Kades, Bupati Angkat Kembali Perangkat Desa Yang Disingkirkan

”SK Plt dikeluarkan supaya pelaksanaan di Sesait bisa berjalan, BLT DD bisa cair, pemerintahan berjalan dengan efektif,” jelas dia.

Selanjutnya, Sekdes Dedi Supriadi akan merangkap jabatan sebagai Plt kepala desa tiga bulan kedepan. ”Saat penyerahan SK pemberhentian kemarin, pak kades tidak hadir,” tandas dia.

Terpisah, Kepala Desa Sesait, Susianto masih enggan menanggapi SK pemberhentian dirinya. Saat ini, ia mengaku sedang berada di luar Lombok Utara. ”Saya tidak hadir. Untuk pertanyaan kawan-kawan media, saya akan jawab besok (hari ini,Red). Besok saya ke Tanjung menemui kawan-kawan,” jawabnya singkat. Kholidi menyebut, pemberhentian sementara kepala desa berlaku selama tiga bulan. Selanjutnya jabatan yang bersangkutan akan dipulihkan kembali. ”Dengan harapan kades bisa terima kondisi yang ada yang sudah kita perbaiki,” kata dia.

sumber berita : dari beberapa media/foto: desa sesait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *