Topang Bandara Kediri dengan Desa Wisata

Kediri – Pemerintah Pusat sudah punya gambaran tentang bandara Kediri nanti. Kawasan tersebut bakal disangga dengan desa-desa yang akan fokus mengembangkan potensi wisatanya. Karena itulah Pemerintah Pusat juga mengucurkan dana kompensasi Rp 1,5 miliar untuk lima desa terdampak bandara.

Menurut Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo, desa-desa yang terdampak proyek pembangunan bandara diproyeksikan menjadi kawasan penyangga. “Ini untuk menunjang sebagai desa penyangga kawasan bandara. Konsepnya seperti kawasan wisata yang bisa menunjang perekonomian masyarakat sekitar,” terangnya saat kunjungan di Kediri, Sabtu (31/8).

Menurutnya, setelah memastikan pembangunan bandara yang akan mulai 2020, pemerintah mulai menyiapkan pagu anggaran untuk mendukung desa wisata mandiri tersebut. Khususnya di Kabupaten Kediri. Menteri Eko menargetkan semua proses administrasi akan selesai pada tahun ini.

Pemerintah, terang Eko, kembali meningkatkan pagu anggaran sebesar Rp 1,5 miliar untuk menunjang pembangunan di desa. “Kami prioritaskan terlebih dahulu untuk lima desa terdampak pembangunan bandara Kediri,” terangnya.

Tak hanya itu, pemerintah juga mulai mempersiapkan regulasi untuk mendukung segala proses pembanguan desa yang menggunakan ADD tersebut. Pemerintah juga menargetkan 15 ribu desa akan dijadikan desa mandiri dan desa maju. Oleh sebab itu, di Kabupaten Kediri akan diprioritaskan kepada lima desa terdampak pembangunan bandara.

Secara nasional,74 ribu lebih desa yang akan mendapat ADD. Dengan rata-rata setiap desa akan mendapatkan Rp  933,9 juta. Pemerintah menargetkan ADD sebesar Rp 111,8 triliun akan segera terealisasi pada akhir periode pemerintahan Jokowi-JK ini. “Tahun ini sudah kami siapkan regulasinya. Tinggal aplikasinya saja,” paparnya.

Lebih lanjut, Eko mengungkapkan, pihaknya juga akan meningkatkan kapasitas beberapa perangkat desa melalui program studi komparasi. Eko menjamin akan memberangkatkan sebagaian perangkat desa untuk studi ke luar negeri. Sebagai upaya untuk mengembangkan konsep desa wisata dengan mencari contoh di Luar Negeri. “Nanti bisa ditiru program-program yang dianggap bisa meningkatkan perekonomian masyarakat. Apalagi setelah bandara sudah dibangun bisa meningkatkan serapan lapangan pekerjaan,” harapnya.

Tak hanya itu, Eko juga berencana akan memaksimalkan bursa inovasi desa bisa terealisasi di setiap wilayah kabupaten atau kota. Dengan tujuan, untuk menumbuhkan ide dan gagasan pertumbuhan desa. “Agenda ini bukan hanya sebagai ajang formalitas, namun lebih pada pertukaran pengetahuan ataupun penangkapan peluang yang bisa dikembangkan di desa sesuai potensi yang ada,” pungkasnya.

sumber berita

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *