Usai Pilkada, PPDI Jember Siap Kawal Program Bupati Terpilih




JEMBER – Aparat desa yang terdiri dari Kepala Desa dan perangkat desa punya peranan penting pembangunan suatu daerah. Kepala Desa dan perangkat desa sangat dekat dengan masyarakat Indonesia yang mayoritas hidup di desa. Program pemerintah baik pusat hingga kabupaten akan berjalan maksimal ketika kepala desa dan perangkatnya ikut mengawal.

Demikianpun untuk perangkat desa yang ada di Kabupaten Jember. Usai Pilkada serentak 9 Desember 2020 lalu, perangkat desa yang tergabung dalam Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Jember langsung menentukan sikap. Anggota PPDI Jember siap mengawal Bupati-Wakil Bupati Jember terpilih Hendy Siswanto-Gus Firjaun.



Hal ini diungkapkan Plt Ketua PPDI Jember M Yusuf saat ditemui di salah satu kafe di kawasan wisata Botani Jember. Dengan anggota lebih 2000 orang yang tersebar di 226 desa yang ada di Kabupaten Jember sangat besar peranannya untuk menentukan keberhasilan program kerja bupati dan wakil bupati.

Saat masa kampanye lalu, visi dan misi ketiga paslon dipelajari dan didiskusikan oleh pengurus dan anggota PPDI.

“Sejak awal PPDI Jember sudah memantau visi misi 3 paslon bupati. Ke enam orang tersebut orang-orang terbaik, secara organisasi kami menyarankan kepada anggota untuk membantu ketiga paslon,” kata Yusuf.



Mereka juga berdiskusi dengan Asosiasi Kepala Desa (AKD), dari hasil diskusi akhirnya mereka menentukan pilihan pribadi pada pilkada lalu.

”Kami pada akhirnya sangat tertarik pada visi misinya Pak Hendy- Gus Firjaun yang ingin memajukan Kabupaten Jember,” katanya.

Ternyata pada Pilkada lalu Hendy-Gus Firjaun akhirnya menang sehingga sesuai dengan keinginan mayoritas perangkat daerah. Sehingga usai dilantik nanti, PPDI Jember akan berjuang untuk mengawal semua program kerja dan visi misi bupati-wakil bupati terpilih Hendy Siswanto-Muhammad Firjaun Balya Barlaman atau Gus Firjauan.

”PPDI siap mengawal program bupati (terpilih),” tegas Yusuf.

Selain siap mengawal program dan visi misi, PPDI berharap bupati terpilih mempunyai keberpihakan terhadap para perangkat daerah.




”Berharap Bupati (terpilih) punya keberpihakan kepada organisasi (PPDI) dan perangkat desa,”ujarnya.

Keberpihakan yang dimaksud Yusuf, salah satunya perangkat desa tidak dijadikan ujung ‘tombak’.

”Biasanya pemerintah daerah ada program yang pelaksanaannya tiba-tiba dilaksanakan oleh perangkat desa. Gelem gak gelem harus dilaksanakan namun pada proses kebijakannya tidak pernah dilibatkan,” sebutnya.

Bupati diharapkan juga memberikan jaminan para perangkat di desa agar mereka nyaman bekerja.

”Kesejahteraan dan kenyamanan dalam bekerja. Makanya satu yang diharapkan sangat bermakna jika kepala daerah memberikan perhatian penuh keseimbangan kesejahteran kepada anggota PPDI yang statusnya saat ini ASN bukan swasta bukan,” katanya.

“Perlunya penguatan legalitas formal perangkat desa yang selama ini yang memberikan legalitas formal hanya kepala desa saja walaupun sudah sesuai regulasi namun alangkah baiknya ada jaminan SK camat atas nama bupati sehingga memberikan kenyamanan perangkat desa dalam bekerja,” pungkas Yusuf yang menjadi perangkat desa di Desa Tempurejo itu.

Sumber berita



Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *