Berita,  Berita Daerah

Beri Ultimatum, Polisi Terus Buru Pembunuh Anggota PPDI Bengkulu Tengah




BENGKULU TENGAH- Polres Bengkulu Tengah (Benteng) saat ini masih melakukan pengejaran terhadap En (30) yang diduga sebagai pelaku pembunuhan Supran Erlani (45) perangkat desa Lubuk Unen Baru.

Dilansir dari rakyatbengkulu.com, Kapolres Bengkulu Tengah, AKBP. Ary Baroto, S.IK, MH menjelaskan, pada Satreskrim Polres Bengkulu Tengah bersama tim terus berusaha mencari tahu keberadaan pelaku yang saat ini melarikan diri. Kalau untuk identitas diduga pelaku sudah ada dan semoga pelaku bisa segera tertangkap untuk diproses hukum.

“Identitas pelaku saat ini sudah kita selidik dan sudah ada ditangan kita. Pada saat ini kita masih mencari keberadaan pelaku. Mohon doanya rekan-rekan semuanya agar kita berhasil menangkap diduga pelaku tersebut. Untuk motif pembunuhan belum diketahui karena pelaku belum kita tangkap. Nanti setelah ditangkap akan kita selidiki lebih dalam,” terangnya.



Sementara itu, Ketua Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Bengkulu Tengah, Samsuri S.Sos mengatakan, dengan kejadian pembunuhan perangkat desa tersebut, pihak PPDI mengutuk keras dan tidak menerima akibat kejadian tersebut. Ia meminta kepada pihak Kepolisian segera menangkap pelaku dan menghukum pelaku dengan seberat-beratnya. Sebab ini sangat tragis dan tidak ada kemanusiaan.

“Kita sangat tidak menerima dengan kejadian ini, kita meminta kepada Polres Benteng segera menangkap pelaku. Perangkat desa merupakan tokoh masyarakat dan memiliki tanggungjawab yang besar, tetapi diperlakukan seperti ini dengan pelaku. Kita minta jangan sampai pelaku dibiarkan bebas berkeliaran di luar sana dan bisa mendapatkan hukum yang setimpal,” ujarnya.

Untuk diketahui, perangkat Desa Lubuk Unen Baru Kecamatan Merigi Kelindang Supran Erlani (45), tewas diduga dibunuh oleh En. Korban ditemukan oleh warga setempat dengan posisi sudah bersimbah darah sekitar pukul 14.15 WIB di samping kantor Desa Lubuk Unen Baru.

Melihat kondisi korban, warga langsung membawa korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng). Dari pemeriksaan pihak RSUD memang terdapat sejumlah luka tusukan dan bacokan beberapa bagian tubuh korban.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *