Bukan Omon-Omon, Nina Siahaan Rela Seberangi Lautan Demi PPDI Riau

BAGANSIAPIAPI– Tanpa lelah, Ketua PPDI Riau Nina Siahaan terus memperkenalkan organisasi yang ia naungi dari satu kabupaten ke kabupaten lain di Provinsi Riau. Kali ini, di Kepulauan Meranti ia berlabuh. Tak peduli harus menyeberangi lautan, ia tetap fokus dengan  tekadnya, yaitu agar bisa merangkul semua perangkat desa yang masuk lingkupnya. 

Termasuk daerah  ciri khas  Mie sagu ini. Nina mengaku baru pertama menginjakkan kaki. Sama sekali tidak mengenal daerah tersebut. Namun ia mengaku  senang, menikmati setiap perjalanannya untuk menyapa kawan sejawat. 

“Pertama kali ia menginjakkan kaki ke Kepulauan Meranti. Alhamdulillah sambutan nya sangat baik. Karena bagi saya jauh lebih baik ketika kita terjun langsung ke daerah atau kabupaten nya .Banyak pastinya keluh kesah kawan kawan dan bisa merasakan bagaimana perjalanan mereka ketika menempuh perjalanan ke tempat kerja. Tentunya ini juga kita bahas untuk mencari solusi terbaiknya,” papar ketua PPDI Riau Nina Siahaan awal Februari, seperti yang dilansir dari media Gagasan Riau. 

 Dikatakan, kedatangannya tersebut selain memperkenalkan PPDI  pihaknya juga ingin mengajak dan merangkul  perangkat desa kabupaten Meranti untuk melanjutkan jenjang pendidikan. 

“Kita juga memberikan kesempatan kepada kawan kawan perangkat desa Meranti untuk ikut kuliah jalur RPL yang sedang di lakukan oleh PPDI provinsi Riau.  Bekerja sama dengan universitas lancang kuning Riau,” sebut Nina, Jumat (9/2) malam. 

Perjalanan Nina dalam memperjuangkan hak hak perangkat desa tak sekitaran Riau saja. Namun hingga tingkat Nasional. Tahun 2023 ia dan perangkat desa di Riau termasuk Rokan Hilir ikut menyampaikan 6 poin tuntutan pada aksi damai  Silaturrahmi Nasional (SILATNAS) Jilid III di Depan Gedung DPR/MPR RI di jalan Gatot Subroto jakarta, Rabu (25/1) 2023 lalu. Hingga mendapatkan atensi untuk berbicara langsung dengan Fraksi PKB M Toha. 

“PPDI Riau hampir 2 tahun terbentuk, Alhamdulillah sudah 9 kabupaten yang terbentuk dan 2 kabupaten yang sudah memiliki nomer induk perangkat desa ( NIPD ) dan kemungkinan dalam waktu dekat akan menyusul yang lain nya,” sebut Nina. 

Dari seluruh ppdi kabupeten yang terbentuk, pihaknya terus melakukan penguatan perangkat desa agar tak ada lagi pemberhentian secara sepihak.

 “Kalau saat ini masih ke penguatan perangkat desa seperti meminimalisir pemberhentian sepihak. Selain kesejahteraan Perangkat desa, ia mengungkapkan PPDI Riau juga bertekad akan meningkatkan SDM perangkat desa salah satu nya melakukan MOU dengan beberapa perguruan tinggi yang ada di Riau. Sampai saat ini kata Nina masih tersisa 3 kabupaten yang belum terbentuk kepengurusannya.

“3 lagi yang belum terbentuk, Kabupaten kepulauan Meranti, Kabupaten Indragiri Hulu Dan Kabupaten Bengkalis. Sehabis pemilihan umum kita targetkan semua kabupaten di Riau sudah ada PPDI nya. Untuk Meranti ini, kita mengadakan pertemuan, rencananya pemilihan umum beberapa kawan kawan yg sudah di mandataris kan akan bertemu kadis PMD. Kalau tak ada halangan kita akan laksanakan event pertemuan Akbar perangkat desa Meranti. Semoga acara ini nantinya bisa berjalan lancar,” tutupnya.

About admin

Check Also

Sosialisasi Dan Public Hearing UU Desa, Gubernur Bengkulu Sebut Desa Bersatu Bisa Menjadi Mitra Pemerintah

BENGKULU – Gubеrnur Bеngkulu, Rоhіdіn Mersyah, mеnеkаnkаn pentingnya penyebaran informasi mеngеnаі Undang-Undang Desa Nоmоr 3 …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *